Forgot Password Register

China Sesumbar Tak Takut Pesawat Pengebom AS B-52

Bendera China dan AS. (Foto: Reuters/Jason Lee) Bendera China dan AS. (Foto: Reuters/Jason Lee)

Pantau.com - Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya tidak pernah takut dengan Amerika Serikat. Hal itu dilontarkan setelah dua pesawat pengebom AS B-52 dikabarkan terbang di wilayah sengketa Laut China Selatan.

"China tidak akan takut terhadap kapal perang ataupun pesawat tempur. Kami bahkan justru semakin tegas dalam mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara, serta melindungi perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/6/2018).

Baca juga: Penyebab HAM PBB Lontarkan Peringatan Keras Terhadap AS

Ia berharap Amerika Serikat bisa mengklarifikasi apakah penerbangan pesawat militer ke Laut China Selatan bisa dikategorikan sebagai militerisasi.

"Amerika Serikat harus berhenti membesar-besarkan masalah militerisasi dan memprovokasi masalah. Tindakan seperti ini sangat berbahaya," kata Hua.

Dikabarkan dua pesawat tersebut terbang di atas kepulauan Spratly, di mana China tengah melakukan pengerukan terumbu tersebut menjadi beberapa pulau dan membangun sejumlah sarana militer di atasnya. Meski hingga kini, kepemilikannya masih disengketakan.

Baca juga: Juara! Bus 'Wonderful Indonesia' Jadi Magnet Sempurna di Lapangan Merah Moskow

Amerika Serikat mengaku berniat membangun kerja sama bagi hasil dengan China. Namun Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengaku tidak bisa mentolerir tindakan agerisf China di wilayah sengketa Laut China Selatan. 

Saat ini kedua negara masih sibuk mengurusi militerisasi Laut China Selatan sebagi jalur perdagangan strategis dunia. Wilayah itu juga disengketakan oleh Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Pada bulan lalu, angkatan bersenjata udara China mendaratkan sejumlah pesawat pengebom di kepulauan sengketa di Laut China Selatan sebagai bagian dari latihan militer. Langkah tersebut langsung ditanggapi negatif oleh Vietnam dan Filipina.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More