Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Chris John: Petinju Indonesia Mati Suri, karena...

Chris John: Petinju Indonesia Mati Suri, karena... Chris John. (Foto: Pantau.com/Wila Wildayanti)

Pantau.com - Mantan petinju profesional sekaligus juara dunia, Chris John, memberikan penilaian dengan tidak adanya pertandingan tinju profesional di Indonesia. Hal ini menyebabkan regenerasi pun seperti mati suri.

Seperti diketahui pertadingan tinju di Indonesia sangat jarang digelar, sehingga untuk mencari regenerasi ataupun petinju profesional sedikit sulit untuk saat ini. Bahkan kompetisi pertandingan tinju Tanah Air sendiri terakhir berlangsung pada Agustus 2018 bertajuk Big Figts 9.

Dalam satu tahun, kompetisi tinju yang ada di Indonesia bisa dihitung hanya dua atau tiga event yang dilaksanakan oleh Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI). Menangapi hal itu sendiri, Chris John mengatakan saat ini petinju Indonesia seperti mati suri karena terakhir kali yang mampu hingga meraih juara dunia yaitu Daud Yordan.

"Memang saat ini petinju Indonesia mati suri ya. Dan banyak petinju juga yang sudah mengeluh akan hal itu karena di Indonesia sendiri tidak banyak pertandingan," ujar Chris John di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Daud Yordan Sukses Capai Target, Apa Itu?

Penduduk Indonesia sendiri sebenarnya banyak yang mendukung majunya olahraga tinju. Bahkan dari pemerintah pun mendukung penuh kemajuan tinju, tapi untuk saat ini memang harus diakui jika tidak banyak kompetisi tinju yang digelar di Indonesia sehingga regenerasi pun kurang dan pengalaman pun kecil.

Chris John menyebut tidak adanya pertandingan tinju yang digelar di Indonesia karena susahnya promotor mencari sponsor untuk bisa menggelar acara, itu lah kenapa program pembinaan tinju Indonesia tidak bisa berjalan dengan baik. Bahkan ia menegaskan jika minimnya pertandingan itu bukan karena adanya MMA (Mixed Martial Arts), tapi masalah utama sponsor.

"Menurut saya bukan karena ada MMA, petinju Pro tidak ada pertandingan itu karena untuk promotor sendiri saat ini sedikit susah mengandeng banyak sponsor.
Dan memang saat ini tidak mudah untuk mencari sponsor," tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga