Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Denda Rp500 Ribu Buat Kamu yang Makan di Area Tunggu Kereta MRT

Headline
Denda Rp500 Ribu Buat Kamu yang Makan di Area Tunggu Kereta MRT Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Effendi (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - PT MRT Jakarta telah menerapkan denda Rp500 ribu kepada penumpang yang melanggar aturan yang telah ditentukan. Misalnya makan dan minum di area stasiun hingga duduk di lantai area stasiun. 

Aturan ini sudah diterapkan sejak dua Minggu lalu. Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan edukasi masih terus dilakukan hingga saat ini sehingga teguran demi teguran masih terus dilakukan. 

"Kita pernah menegur ibu-ibu yang makan di area stasiun dengan baik-baik tapi tidak dihiraukan. Maka itu kami menerapkan denda kepada penumpang yang makan itu. Sedangkan untuk di kereta, penumpang sudah tidak ada yang makan," kata dia saat ditemui di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: MRT Jakarta Targetkan Penumpang hingga 100.000 per Hari di Tahun 2019

Effendi mengatakan pihaknya sudah mulai memberikan peringatan kepada para penumpang yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Para pelanggar diminta membuat surat pernyataan tak mengulangi dan masuk dalam catatan pelanggar. 

"Kami terus melakukan edukasi karena banyak pengunjung baru setiap harinya sehingga edukasi terus dilakukan setiap harinya," katanya.

Baca juga: Tarif Normal MRT Jakarta Mulai Berlaku Hari Ini

Pengamatan Pantau.com, beberapa stiker sudah dipasang untuk memperingati para pengunjung tidak makan dan minum di area tunggu kereta. Selain itu, terdapat juga beberapa peringatan untuk tidak duduk di area stasiun. 

"Karena itu akan mengurangi akses jalan dan mengurangi keamanan penumpang. Harusnya mereka bisa cepat jalan jadi terhambat . Apalagi sekarang musim liburan," ungkapnya.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: