Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Danantara Tunjuk Operator Internasional untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Bekasi dan Denpasar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Danantara Tunjuk Operator Internasional untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Bekasi dan Denpasar
Foto: Seremoni penandatanganan kerja sama antara Danantara Indonesia dan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bekasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat 06/03/2026 (sumber: Danantara)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan penetapan mitra operator untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

Penetapan tersebut dilakukan melalui proses pemilihan komprehensif yang diikuti berbagai perusahaan internasional yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Danantara menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator pembangkit PSEL di Bekasi.

Danantara juga menunjuk Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator pembangkit PSEL di Denpasar.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan pengumuman tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar tinggi.

Pandu Sjahrir mengatakan, "Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas. Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra".

Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Penetapan operator tersebut selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Program Waste-to-Energy atau PSEL yang dijalankan Danantara bertujuan mengatasi permasalahan sampah sekaligus memperkuat pengelolaan sampah perkotaan.

Program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, program ini sekaligus mendukung pembangkitan energi yang berkelanjutan.

Dorong Transfer Teknologi dan Keterlibatan Lokal

Sesuai dengan dual mandate Danantara, mitra operator diwajibkan membentuk konsorsium dalam pelaksanaan proyek.

Konsorsium tersebut bertujuan mendorong transfer teknologi kepada pihak di Indonesia.

Transfer teknologi tersebut dapat melibatkan badan usaha milik pemerintah daerah serta perusahaan lokal Indonesia.

Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa Danantara akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan terukur dalam pengurangan sampah serta pembangkitan energi bersih.

Pandu Sjahrir menyatakan, "Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat".

Danantara juga menekankan pentingnya tata kelola yang kuat sejak tahap awal proyek.

Tata kelola tersebut mencakup proses seleksi yang transparan dan dilakukan dengan pendekatan berbasis mitigasi risiko.

Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong solusi pengelolaan sampah terpadu di Indonesia.

Solusi tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya