Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Puji Pengelolaan Sampah Surabaya yang Capai 95 Persen dan Jadi Terbaik Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Puji Pengelolaan Sampah Surabaya yang Capai 95 Persen dan Jadi Terbaik Nasional
Foto: Pelaksanaan kerja bakti di Kalimas Surabaya (sumber: Pemkot Surabaya)

Pantau - Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memuji pengelolaan sampah di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dinilai menjadi yang terbaik secara nasional saat meninjau kegiatan kerja bakti di sepanjang Sungai Kalimas.

Hanif menyampaikan apresiasi tersebut ketika melihat langsung aktivitas korve yang dilakukan pemerintah kota bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.

Ia mengungkapkan, "Saya sangat bangga, benar-benar bangga dengan Kota Surabaya. Saat ini Surabaya merupakan kota dengan pengelolaan sampah terbaik secara nasional".

Hanif menilai pembenahan lingkungan di Surabaya tidak hanya terlihat di pusat kota, tetapi juga di berbagai kawasan permukiman yang terus melakukan perbaikan lingkungan.

Menurutnya, capaian tersebut tercermin dari nilai kinerja pengelolaan sampah Surabaya yang dinilai paling tinggi secara nasional.

Pengelolaan Sampah Capai 95 Persen

Hanif menjelaskan Kota Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 ton sampah diproyeksikan dapat ditangani melalui fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo.

Ia menyampaikan, "Dengan kondisi saat ini tingkat penanganan sampah Surabaya sudah mencapai sekitar 95 persen, yang merupakan capaian tertinggi untuk kota besar di Indonesia".

Pemerintah pusat juga terus mengawal pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di Surabaya.

Pendanaan untuk fasilitas pengolahan sampah tersebut telah disiapkan secara bertahap oleh pemerintah pusat.

Hanif menjelaskan, "Untuk pendanaan tahun 2025, atas persetujuan Menteri Keuangan, pencairan anggaran akan dilakukan pada tahun ini. Tahun sebelumnya memang sempat ada kendala karena perubahan regulasi, tetapi setelah pemeriksaan oleh BPK, pembayaran untuk fasilitas di Benowo akan segera direalisasikan".

Pemkot Surabaya Wajibkan Pemilahan Sampah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kegiatan kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan di Kota Pahlawan.

Ia menilai kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Eri menyampaikan, "Terima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan semangat kepada kami. Selama ini warga Surabaya sudah mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, dan arahan dari beliau semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa program ini memang sejalan dengan amanat undang-undang".

Pemerintah Kota Surabaya telah mewajibkan pemilahan sampah tidak hanya di tingkat rumah tangga.

Kewajiban tersebut juga diberlakukan bagi sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, pengangkutan sampah dari sektor usaha diwajibkan menggunakan kendaraan compactor.

Pelaku usaha juga tidak diperbolehkan melakukan pembakaran sampah.

Eri Cahyadi menyampaikan harapan, "Dengan dukungan pemerintah pusat, kami berharap kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kampung dan tempat usaha bisa semakin kuat, sehingga beban penanganan sampah kota dapat terus berkurang".

Penulis :
Leon Weldrick