Forgot Password Register

Detektif Swasta Klaim Penerbangan MH370 Jatuh di Hutan Kamboja

Detektif Swasta Klaim Penerbangan MH370 Jatuh di Hutan Kamboja Ilustrasi simpati terhadap MH370. (Foto: Reuters/Damir Sagolj)

Pantau.com - Detektif swasta Andre D Milne, Pendiri perusahaan teknologi militer Unicorn Aerospace, membuat permohonan resmi guna pencarian baru untuk penerbangan Malaysia Airline MH730, dengan klaim bahwa ia telah menemukan lokasi yang tepat serta menunjukan titik koordinat pesawat itu.

Milne membuat permohonan ke Teknologi Satelit Guang Chang untuk menyelidiki titik koordinat yang ditentukannya, yakni N 12.0159, E 104.1520, seperti dilansir Sputnik, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Penelitian Mikrofon Bawah Laut: MH370 Jatuh di Dekat Madagascar

Koordinat tersebut menunjukan lokasi hutan di Kamboja, bagian barat laut dari Phnom Penh, dekat dengan Phnom Aural puncak tertinggi Kamboja. Foto-foto menunjukan bahwa daerah tersebut berada jauh di dalam hutan dengan tidak ada tanda-tanda kecelakaan.

"Tolong perhatikan permintaan saya pada keberadaan yang tidak dikenali dengan fragmentasi struktur yang sesuai dengan ukuran dan bentuk pesawat di titik koordinat itu. Koordinat berada di dalam lokasi geografis yang tiga wilayah terpisah operasi pencarian Malaysia Airlines MH370 setelah menghilang. Dan struktur yang tidak dikenali itu berada di titik koordinat yang berlokasi di wilayah hutan dengan minimal empat kilometer dari jalan terdekat," kata detektif swasta itu.

Baca juga: Gunakan Satelit Nasa, YouTuber Ini Tunjukkan Hilangnya MH370

Teknologi Satelit Guang Chan sebelumnya telah menyelidiki klaim oleh penyidik lainnya, termasuk penyelidikan yang diusulkan oleh produser film Inggris Ian Wilson, yang menarik perhatian ke lokasi di hutan Kamboja, bahwa dirinya menemukan pesawat itu lewat Google Earth, tetapi kemudian meninggalkan ekpedisi tersebut setelah tidak ditemukan tanda puing-puing dalam satelit.

Hampir lima tahun tragedi jatuhnya Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH370 milik Malaysia Airlines dengan rute Kuala Lumpur ke Beijing, dengan total 239 penumpang, hingga saat ini belum juga terungkapkan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More