Forgot Password Register

Diduga Lindungi Taliban, PM Pakistan Bertemu Utusan AS

Diduga Lindungi Taliban, PM Pakistan Bertemu Utusan AS Ilustrasi militan Taliban dengan militer Afghanistan. (Foto: Reuters/Mohammad Ismail)

Pantau.com - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bertemu dengan utusan perdamaian Amerika Serikat yang menjanjikan bantuan untuk menemukan penyelesaian politik atas perang lama di Afghanistan pada Rabu (5 Desember 2018).

Kunjungan ke Islamabad oleh Wakil Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad dilakukan setelah Presiden Donald Trump meminta Pakistan membantu menemukan pengakhiran perang 17 tahun pejuang Taliban dengan pemerintah Afghanistan dukungan Barat.

Khalilzad merupakan diplomat AS kelahiran Afghanistan, yang bertugas sebagai duta besar semasa George W. Bush untuk Afghanistan.

"Perdana menteri mengulangi kepentingan Pakistan untuk mencapai perdamaian dan rujuk di Afghanistan melalui penyelesaian politik," kata kantor Khan dalam pernyataan.

Baca juga: Demi Afghanistan, HPC Siap Bicara Langsung dengan Taliban

Tawaran Trump kepada Khan menyusul pertukaran cuitan di Twitter di antara kedua pemimpin tersebut pada bulan lalu.

Dalam memerangi terorisme, Pakistan dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang rumit, diikat oleh ketergantungan Washington atas Pakistan untuk memasok tentaranya di Afghanistan, tempat AS masih mempunyai 14.000 prajurit, tetapi diganggu oleh tuduhan Islamabad melakukan permainan ganda.

Pejabat AS selama bertahun-tahun mendesak Pakistan agar mendorong para pemimpin Taliban, yang dikatakan Washington berkedudukan di dalam wilayah Pakistan, untuk mengajak mereka ke meja perundingan.

AS dan Afghanistan telah lama menuduh Pakistan melindungi Taliban, yang dibantah Islamabad. Di masa lalu, Islamabad berjanji bekerja membantu akan mengajak Taliban Afghanistan ke meja perundingan, tapi ini akan menjadi usaha pertama pemerintahan baru Khan, yang berkuasa sejak Agustus.

Pernyataan Pakistan, yang mengutip Khalilzad, mengatakan kepemimpinan AS ingin bekerja sama dengan Pakistan untuk mencapai tujuan perdamaian.

Baca juga: November Jadi Lembar Kelam Terparah untuk Afghanistan


Share :
Komentar :

Terkait

Read More