Forgot Password Register

Dinosaurus Menyerupai Kelelawar Ditemukan di China, Begini Bentuknya

Dinosaurus Menyerupai Kelelawar Ditemukan di China, Begini Bentuknya Spesies baru dinosaurus Ambopteryx longibrachium, yang ditemukan di China. (Foto: Min Wang)

Pantau.com - Sebuah spesies baru dinosaurus dengan sayap seperti kelelawar ditemukan di China, memberikan jalan bagi peneliti tentang asal usul dinosaurus terbang yang berevolusi menjadi burung.

Fosil dinosaurus itu ditemukan di Liaoning, di Timur Laut China. Pada awalnya penemuan itu membuat bingung seorang paleontologi China, Min Wang, yang menyebut temuan itu sebagai Ambopteryx longibrachium.

"Itu tidak seperti burung, tidak juga seperti dinosaurus," kata Wang. Tetapi, studi lebih lanjut menunjukan bahwa temuan itu sebenarnya adalah dinosaurus terapis kecil dengan lengan unik serta membran sayap, seperti dilansir CNN, Sabtu (11/5/2019).

Baca juga: Spesies Baru Dinosaurus Prasejarah Ditemukan di Australia

Spesies baru dinosaurus Ambopteryx longibrachium, yang ditemukan di China. (Foto: Min Wang)

Fosil berusia 163 juta tahun itu hanya satu yang menunjukan dinosaurus dengan sayap seperti kekelawar. Meski demikian, temuan itu terlihat seperti tupai terbang bersejara, atau reptil terbang.

Satu-satunya fodil dinosaurus yang mirip dengan temuan itu adalah Yiqi, yang dirilis pada 2015 dan diperdebatkan oleh ahli paleontologi.

"Beberapa ahli tidak yakin dengan Yiqi. Jaringan lunak tidak mudah diawetkan dalam catatan fosil," kata Wang. Ia menambahkan, jaringan lunak yang ditemukan di fosil Ambopteryx memberikan lebih banyak bukti untuk terbang seperti kelelawar.

Namun, Wang mengatakan tidak mungkin bahwa dinosaurus kecil, yang berukuran panjang 32cm, dengan berat 306 gram mampu mengepakan sayapnya.

"Saya lebih yakin dinosaurus itu memilih terbang meluncur. Hal itu karena ia tidak memiliki otot terbang, tulang dada yang memungkinkan untuk mengepakan sayap. Baik Yiqi maupun Ambopteryx, keduanya masuk dalam keluarga dinosaurus kecil yang disebut scansoriopterygids.

Baca juga: Bukti 'Serangan' Asteroid ke Bumi, Kuburan Massal Dinosaurus Ditemukan

China telah berada di garis depan untuk penemuan dinosaurus terbaru, khususnya dari fosil berbulu yang telah menunjukan hubungan langsung antara dinosaurus dan burung.

Di Provinsi Liaoning, China, sekitar 100 juta tahun lalu, dinosaurus mati secara massal dan terperangkap dalam letusan besar gunung berapi, yang meninggalkan harta karun berupa fosil yang diawetkan di beberapa situs.

Wang mengatakan, membran sayap seperti kelelawar kemungkinan adalah percobaan evolusi yang gagal dengan terbang. 

"Sejauh ini, semua scansoriopterygids yang dikenal adalah dari akhir Jurassic, ini struktur sayap membran unik tidak bertahan ke Cretaceous, " katanya.

"Saya harap kita dapat menemukan lebih banyak dari dinosaurus ini untuk belajar tentang transisi burung dinosaurus dan evolusi penerbangan dalam dinosaurus, " tambahnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More