Forgot Password Register

Direktur INES: SBY Bisa Maju Lagi Jadi Capres Jika...

Direktur INES: SBY Bisa Maju Lagi Jadi Capres Jika... Oskar Vitriano (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Direktur Indonesia Network Election Survei (INES) Oskar Vitriano menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat kembali maju dalam pilpres apabila nantinya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan Judicial Review (JR) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

"Ya (SBY bisa maju), kalau MK menentukan bisa dikembalikan hak pilihnya, tentu saja ini secara hukum bisa," ujar Oskar di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Mei 2018.

Baca juga: Survei INES: Prabowo Unggul Telak Atas Joko Widodo

Tak hanya SBY, Jusuf Kalla juga bisa maju kembali, selama JR yang nantinya dikabulkan MK tidak menetapkan secara pasti antara melebihi dua periode secara berurutan ataupun dua periode dengan jeda pemerintahan.

"Kalau kita harus lihat juga, Pak SBY kan dua berturut-turut sedangkan Pak JK itu ada sela, di dalam undang-undang dasar tidak disebutkan, tidak boleh mencalonkan lagi kalau sudah dua kali berturut-turut atau dua kali dengan sela, jadi masih banyak kemungkinannya," kata Oskar.

Menurut Oskar, ini juga jadi pekerjaan rumah bagi MK untuk nantinya menjelaskan secara cermat bagaimana aturan yang akan berlaku.

"Ini yang kemudian harus diperjelas oleh Mahkamah Konstitusi sebagai tempat fatwa tertinggi, untuk undang-undang dasar di negara kita," katanya.

Baca juga: Ketua DPP PKS Bacakan Deklarasi Aspirasi Nasional #2019GantiPresiden

"Kalau opini pribadi saya adalah tidak membatasi seseorang untuk hak miliknya tidak diberikan ketika interpretasi dari Undang-Undang itu belum jelas," katanya.

Sementara untuk waktu pengajuan JR yang berdekatan dengan pilpres, kata Oskar itu bukanlah suatu hal yang aneh, karena gugatan disampaikan masyarakat, yang artinya itu dinilai penting oleh masyarakat.

"Ya memang kadang hukumannya dengan politik, tapi tentu saja MK harus bergerak atas permohonan Judicial Review dari masyarakat, ketika ada masyarakat menganggapnya urgent, kenapa tidak," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More