Forgot Password Register

Dua Stasiun Pompa Minyak di Arab Saudi Diserang Drone Bersenjata

Dua Stasiun Pompa Minyak di Arab Saudi Diserang Drone Bersenjata Seorang staf teknis terlihat di pelabuhan Fujairah, Uni Emirate Arab. (Foto: Reuters/Satish Kumar)

Pantau.com - Dua stasiun pompa minyak di Arab Saudi diserang pesawat tak berawak atau drone dengan senjata pada Selasa, 14 Mei 2019, dua hari setelah adanya sabotase tanker minyak di dekat Uni Emirat Arab.

Serangan pada stasiun pompa yang berjarak sekitar 320km dari Riyadh dan sabotase tanker minyak di Fujairah Emirate telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin akan mengerahkan militer akibat konflik, seperti dikutip Reuters.

Menteri Energi Khalid Al-Falih menyebutkan serangan drone bersenjata di dua stasiun pompa minyak Arab Saudi merupakan tindakan teroris. Drone menyerang dua stasiun pompa minyak di bagian Timur-Barat, yang membawa minyak dari ladang minyak di Provinsi Timur ke pelabuhan Yanbu di Barat.

Baca juga: UEA Sebut 4 Kapal Tanker Disabotase di Dekat Pelabuhan Fujairah

Melansir Arab News, Rabu (15/5/2019), serangan itu menyebabkan kebakaran di stasiun nomor 8, yang dikatakan Al-Falih, telah dikendalikan setelah menyebabkan sejumlah kerusakan.

"Terjadi kebakaran di stasiun 8 yang dipicu oleh adanya sabotase menggunakan drone bersenjata yang menargetkan stasiun 8 dan 9," demikian pernyataan perusahaan minyak Saudi Aramco.

Sebagai tindakan pencegahan, perusahaan menutup sementara pipa minyak. Saudi Amarco menegaskan tidak ada korban cedera atau tewas dalam insiden itu. Persediaan minyak dan gas milik perusahaan itu dilaporkan juga tidak terpengaruh oleh sabotase tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Pasca Sabotase Tanker: Kami Mendukung UEA

Kerajaan mengutuk serangan drone bersenjata di pompa minyak dan sabotase kapal tanker di Teluk Arab. Kerajaan melihat aksi serangan tersebut sebagai tindakan teror pengecut yang bertujuan untuk membuat kehancuran. "Serangan baru-baru ini di Teluk ditunjukkan untuk dunia, bukan hanya untuk Kerajaan. Serangan ini membuktikan pentingnya untuk semua pihak berdiri melawan serangan teror yang merusak, termasuk yang didukung oleh militan Iran, Houthi," kata Al-Falih.

Sebelumnya, Al-Arabiya melaporkan bahwa juru bicara Houthi menargetkan stasiun pompa dekar Yanbu dengan tujuh drone.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Serikat, Ahmed Abdul Gheit, mengatakan serangan itu telah menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional dan internasional, serta ekonomi global.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More