Pantau Flash
Varietas Anggur Baru Kementan Diberi Nama Jan Ethes SP1
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa

Eksekutor Pembunuhan Ayah-Anak Awalnya Hanya Diminta Bersihkan Gudang

Headline
Eksekutor Pembunuhan Ayah-Anak Awalnya Hanya Diminta Bersihkan Gudang Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan otak pembunuhan berencana terhadap ayah dan anak, Aulia Kesuma hanya menjanjikan uang kepada kedua eksekutor A dan S masing-masing Rp200 juta.

Sebelumnya, disebutkan bahwa Aulia menjanjikan kepada para eksekutor uang yang cukup besar yakni Rp500 juta untuk menghabisi nyawa suaminya, Edi dan anak tirinya, Dana.

"Yang dijanjikan saudari AU (Aulia) 200 juta masing-masing eksekutor yakni SG dan AG," ucap Suyudi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Terkuak, Aulia Kesuma Pernah Beberapa Kali Coba Bunuh Suami dan Anak Tiri

Hanya saja, janji yang diucapkan Aulia hanyalah isapan jempol belaka lantaran hingga sebelum tertangkap, kedua eksekutor itu belum dibayar secara lunas, baru Rp10 juta.

"Belum dibayar, baru dikasih Rp10 juta untuk pulang ke Lampung," kata Suyudi.

Suyudi menuturkan, pada awalnya kedua eksekutor itu tak mengetahui mereka akan diminta untuk membunuh. Sebab, keduanya awalnya hanya diminta untuk membersihkan gudang.

"Pada awalnya itu mereka (eksekutor) diminta untuk merapikan gudang. Tapi ketika tiba di Jakarta justru diiming-imingi uang ratusan juta untuk membunuh," pungkas Suyudi.

Baca juga: Keterangan Tak Konsisten, Aulia Kesuma Bakal Dites Kejiwaan

Sebelumnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus lalu setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: