Forgot Password Register

Elektabilitas Jokowi Tinggi, PPP: Bukan Jaminan Petahana Terpilih Lagi

Politisi PPP Arsul Sani (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Politisi PPP Arsul Sani (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nampaknya tak mau terlena dengan jumlah elektabilitas Jokowi yang terbilang tinggi dibandingkan dengan elektabilitas Prabowo Subianto. 

Sebagai partai koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019, PPP menilai kemenangan Jokowi dapat diraih tak hanya dari elektabilitas tapi juga dari beberapa faktor lain. 

"Banyak orang bilang bahwa angka 60 persen itu sebagai patokan aman seorang petahana akan terpilih kembali. Bagi saya, itu bukan jaminan, masih ada faktor-faktor lain yang akan turut menentukan keamanan bagi seorang petahana untuk terpilih kembali," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani  di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Dia menjelaskan faktor-faktor tersebut seperti faktor rentang waktu antara survei dengan pemilu, konsistensi hasil surveinya dari waktu ke waktu.

Selain itu, ada tidaknya kebijakan yang semakin menyenangkan rakyat pemilih atau sebaliknya, dan tentunya siapa yang pada akhirnya akan menjadi sosok lawannya.

"Apalagi saat ini belum ada kejelasan apakah Jokowi akan berkontestasi lagi dengan Prabowo. Selain itu belum jelas juga siapa paslon-paslon yang akan saling berhadapan," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Tak Ingin Kerjanya Direcoki Urusan Elektabilitas

Dia menjelaskan capaian persentase survei pada dasarnya hanya memotret keadaan atau gambaran elektabilitas di sekitar waktu survei tersebut dilakukan.

Menurutnya, masih butuh faktor konsistensi capaian persentase dalam rentang waktu yang lama sampai dengan menjelang Pilpres.

"Karena itu melihat aman atau tidaknya tingkat keterpilihan Jokowi sebagai petahana tidak bisa sesederhana dengan menjawab angka persentasenya sudah mencapai 60 persen atau belum," ucapnya.

Sebelumnya hasil survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Joko Widodo mengalami kenaikan apabila Pilpres dilakukan saat ini yaitu sebesar 55,9 persen. Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.

Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yaitu 18,2 persen.

Survei itu dilakukan pada 21 Maret sampai 1 April 2018 sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di Rakornas Partai Gerindra pada 11 April lalu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More