Forgot Password Register

Erdogan: Turki Bisa 'Melindungi' Warga Suriah dan Amerika Serikat

Erdogan: Turki Bisa 'Melindungi' Warga Suriah dan Amerika Serikat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Penarikan tentara AS dari Suriah harus direncanakan secara seksama dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan mitra sayap-kanan untuk melindungi kepentingan Washington, masyarakat internasional dan rakyat Suriah, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin (7 Januari 2018).

"Turki, yang memiliki kontingen militer terbesar kedua di NATO, adalah satu-satunya negara dengan kekuatan dan komitmen untuk melaksanakan tugas itu," kata Erdogan di dalam artikel yang diturunkan di The New York Times.

Baca juga: Seorang Pria Mengamuk di SD Distrik Xicheng, 20 Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Erdogan menekankan di artikel tersebut bahwa Turki berkomitmen untuk mengalahkan Da'esh dan kelompok gerilyawan lain di Suriah. Ia juga berbicara mengenai peran Turki dalam proses perdamaian Jenewa dan Astana dan posisinya sebagai pemegang saham tunggal yang dapat bekerja secara bersama dengan Amerika Serikat dan Rusia. Ia mengatakan Turki bermaksud bekerjasama dan mengkoordinasikan tindakannya dengan sekutunya.

Erdogan menyerukan semua pemegang saham agar menggabungkan kekuataan guna mengakhiri aksi teror oleh Da'esh dan memelihara keutuhan wilayah Suriah, mengatakan Turki secara sukarela mengemban beban berat pada masa kritis dalam sejarah.

Erdogan mengatakan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan seruan yang benar dalam memutuskan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Baca juga: Kim Jong Un Lawatan Lagi ke China Usai Diundang Xi Jinping, Bahas Apa?

Trump mengeluarkan keputusan yang tak terduga pada Desember untuk menarik semua 2.000 tentara AS dari negara yang dicabik perang tersebut, sehingga menyulut kecaman dari banyak sekutu dan pembantuan keamanannya, termasuk di dalam Kabinetnya sendiri.

"Lingkungan yang stabil ini adalah satu-satunya obat buat terorisme. Saya mengatakan ini lagi, takkan ada kemenangan buat pelaku teror. Turki akan terus melakukan apa yang harus dikerjakan guna menjamin keselamatannya sendiri dan kesejahteraan masyarakat internasional," katanya.

Berbicara secara militer, di mana AS mengklaim telah mengalahkan IS di Suriah, Erdogan menegaskan bahwa masih ada sisa anggota IS yang bisa mencampuri urusan dalam negeri Suriah. Menekankan kemenangan militer atas kelompok gerilyawan itu "semata-mata langkah awal", dan Turki "mengusulkan strategis menyeluruh untuk menghapuskan pangkal radikalisasi".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More