Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Turki Bantah Isu Serangan Pangkalan Militer AS dan Tegaskan Kedaulatan Wilayahnya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Turki Bantah Isu Serangan Pangkalan Militer AS dan Tegaskan Kedaulatan Wilayahnya
Foto: Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk (sumber: ANTARA/Anadolu)

Pantau - Turki membantah laporan yang menyebut adanya dugaan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayahnya dan menegaskan kabar tersebut tidak benar.

Berita ini dirilis pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 19.27 WIB dengan waktu baca 1 menit.

Administrasi kepresidenan Turki menyampaikan klarifikasi resmi terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai isu tersebut.

Dalam pernyataannya ditegaskan bahwa klaim yang tersebar di media sosial tentang "pangkalan militer AS diserang di Turki." tidak benar, tegasnya.

Pemerintah Turki juga menegaskan bahwa tidak ada pangkalan militer di Turki yang dimiliki oleh negara mana pun.

Otoritas Turki menekankan bahwa wilayah udara, darat, dan laut negara tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali dan kedaulatan Turki.

Seluruh fasilitas militer yang berada di wilayah Turki dipastikan berada di bawah kontrol penuh negara.

Pemerintah menyatakan bahwa tidak ada serangan terhadap negara mereka dan menyebut informasi yang beredar sebagai kabar tidak berdasar.

Klaim Disebut Disinformasi

Pemerintah Turki menyebut laporan yang dibuat untuk menggambarkan Turki sebagai pihak dalam konflik regional merupakan upaya disinformasi terang-terangan.

Pihaknya menilai narasi tersebut sengaja disebarkan untuk memicu persepsi keliru terkait posisi Turki dalam dinamika kawasan.

Sebelumnya pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran termasuk Teheran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick