Forgot Password Register

Fenomena Pernikahan Dini Semakin Meningkat, Hak Anak Kian Terampas

Fenomena Pernikahan Dini Semakin Meningkat, Hak Anak Kian Terampas Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Meteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengungkapkan jumlah anak dibawah umur yang melakukan pernikahan dini makin meningkat. Lukman menyatakan hal tersebut perlu disikapi serius karena memiliki dampak buruk bagi anak-anak itu sendiri. 

Baca juga: Orangtua Cut Meyriska Angkat Bicara Mengenai Kabar Rencana Pernikahan Putrinya dengan Roger Danuarta

"Pernikahan dini usia anak-anak sekarang meningkat jumlahnya dan ini tentu sesuatu yang harus kita sikapi dengan serius karena implikasi atau akibat buruk dari perkawinan anak itu sangat komplek," kata Lukman saat menghadiri perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). 

Menurut Lukman, seseorang saat masih dalam kategori anak-anak mempunyai hak bermain juga hak mendapatkan pendidikan. Namun dua hak tersebut menjadi gugur ketika mereka telah menikah. 

"Dia harus dikembangkan dulu potensi dirinya sebelum dia mendapatkan tanggungjawab yang cukup besar sebagai ibu rumah tangga. Karenanya semua proses perkawinan anak itu dicegah, misalnya tadi pemalsuan usia KTP segala macem," ucapnya. 

Fenomena meningkatnya pernikahan dini itu tidak lepas dari aturan Undang-Undang no. 70 tentang perkawinan yang saat ini masih dalam pembahasan revisi di parlemen. Salah satu poin yang menjadi sorotan revisi yakni terkait batasan usia minimal seseorang menikah. 

Menurut Lukman batasan usia itu harus disesuaikan dengan Undang-Undang perlindungan anak. 

"Jika dalam UU perkawinan batasan usia yang 16 tahun bagi perempuan itu bisa disamakan dengan batasan definisi tentang anak dalam UU perlindungan anak yaitu 18 tahun," ucapnya. 

Baca juga: Sedih, Calon Suami Jadi Korban 'Lion Air', Intan Tetap Menikah Seorang Diri

"Saya pikir dengan cara seperti itu maka calon ibu kita itu sudah cukup matang tidak hanya kemampuan biologisnya, alat-alat reproduksinya tetapi juga wawasannya pengetahuannya tentang keluarga, tentang fungsi tanggungjawab, hak, dan kewajiban seorang ibu," tambahnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More