Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Gara-gara Sampah, Filipina Ancam Perang dengan Kanada

Gara-gara Sampah, Filipina Ancam Perang dengan Kanada Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemerintah Filipina menarik diplomat dan konsulnya dari Kanada setelah Ottawa melewatkan tenggat waktu untuk mengambil kembali pengiriman 69 kontainer penuh sampah. Hal itu pun lantas memicu ancaman lebih keras dari Presiden Duterte.

Bulan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam Kanada dengan perang dan mengatakan akan secara pribadi mengawal wadah limbah yang terapung di laut kembali ke Kanada, seperti dilansir Reuters, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Pimpinan Redaksi Rappler Filipina Ditangkap karena Kritik Duterte

Kontainer dengan label plastik untuk di daur ulang yang sampai di Manila itu ternyata berisi popok, koran, dan botol air bekas.

"Kami akan mempertahankan panggilan para diplomat di Kanada hingga kapal sampah itu kembali ke negaranya," kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin dalam akun Twitternya.

Menurut Locsin, Kanada telah gagal memenuhi tenggat waktu yang diberikan Filipina yaitu pada 15 Mei 2019.

Locsin juga menyebutkan diplomat Filipina tidak melakukan upaya yang cukup untuk memastikan Kanada mengambil kembali sampah miliknya, dan menuduh mereka bertindak dalam menentang perintah Presiden guna mejaga hubungan antar negara itu.

Baca juga: Ketika Kecoa Kiriman Oposisi Mendarat di Bahu Presiden Duterte

Duterte, yang dikenal sebagai pemimpin yang kerap mengkritik Barat, juga mengatakan bahwa ia akan membuang sampah di depan Kedubes Kanada di Manila.

Menanggapi hal itu, pemerintah Kanada mengatakan limbah yang diekspor ke Manila antara 2013-2014 merupakan transaksi komersial yang tidak didukung oleh pemerintah. Sejak itulah pihaknya menawarkan untuk membawa sampah kembali.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: