Forgot Password Register

Gas Pink 3 Kg Dipasarkan, Pembeli Gas Melon Harus Pakai Kartu

Gas Pink 3 Kg Dipasarkan, Pembeli Gas Melon Harus Pakai Kartu Petugas merapikan Bright Gas ukuran tiga kilogram saat uji pasar di SPBU COCO Kuningan, Jakarta, Selasa (3/7). Sebanyak 3.500 tabung gas non subsidi akan dijual di SPBU dan apartemen wilayah DKI Jakarta dengan kisaran harga Rp39.000 sampai Rp40.000. (Foto

Pantau.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji kembali skema penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram. Hal tersebut dilakukan lantaran penyaluran LPG di masyarakat selama ini dianggap belum tepat sasaran.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengkaji dua skema yakni menggunakan barcode dan kartu. Ia menilai keduanya tak masalah digunakan bersama karena memiliki fungsi berbeda.

"Kan bisa dua-duanya tidak masalah, kalau menggunakan kartu itu supaya memudahkan dalam pemberian subsidinya. Untuk barcode itu kan cara untuk Pertamina kemudian memonitor kemudian mengawasi distribusi dari LPG itu sendiri," ujarnya saat ditemui dalam acara  di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Perundingan Freeport Molor Lagi, Apakah Ada Sanksi?

Lebih lanjut ia menjelaskan, skema pertama menerapkan distribusi tertutup sehingga setiap tabung akan ditempelkan barcode yang berbeda. Barcode tersebut nantinya, akan membuka Informasi mana masyarakat golongan yang tidak mampu penerima subsidi LPG. Informasi diintegrasikan dengan sistem informasi dan teknologi yang dimiliki pemerintah.

"Mengenai barcode tentu ini pun akan kita lakukan karena untuk kita monitor melakukan pengawasan dan distribusi bagi masyarakat," katanya.

Sementara, skema kedua dengan distribusi terbuka menggunakan kartu. Nantinya masyarakat harus menunjukkan kartu khusus saat pembelian. Skema diintegrasikan dengan bantuan sosial lain, misalnya kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Skema kartu ini Pertamina ini meniru penyaluran beras subsidi yang akan dilakukan oleh Badan Usaha Logistik (Bulog) bersama Kementerian Sosial melalui kartu subsidi.

"Kan ada beberapa produk yang diberikan pada masyarakat miskin kalau tidak salah Bulog menegeluarkan kartu kita akan lakukan," imbuhnya.

Baca juga: Meskipun Mundur, Menteri Rini: Sabar, Pokoknya Juli Kita Kuasai Freeport

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menggunakan tabung gas LPG 3 KG non subsidi akan disediakan tabung gas LPG 3 kg non subsidi bernama Bright Gas berwarna fuschia.

Tabung ini telah uji pasar secara terbuka di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya, dengan total 5.000 tabung.

"Yang 3 KG yang pink non subsidi kemudian yang subsidi tetap yang hijau. Itu mulai 1 Juli," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More