Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Hari Ini KPK Kembali Lakukan Penggeledahan di Bengkalis

Hari Ini KPK Kembali Lakukan Penggeledahan di Bengkalis Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan terkait kasus korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Setelah kemarin menggeledah kantor dan rumah Bupati Bengkalis Amril Mukminin, hari ini KPK menggeledah rumah seorang kontraktor di Bengkalis. 

"Hari ini, KPK melanjutkan proses penggeledahan di rumah seorang kontraktor di Jalan Sudirman di Bengkalis," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (16/5/2019). 

Baca juga: KPK Geledah Rumah Dinas Wali Kota Dumai, Kasus Apa?

Selain itu, KPK juga mengirimkan surat permintaan larangan keluar negeri terhadap tiga orang kepada Ditjen Imigrasi. Febri mengatakan surat tersebut dilayangkan pada Maret hingga Mei 2019. 

"Dalam rentang Maret-Mei 2019 ini KPK juga telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk melarang tiga orang bepergian ke luar negeri, baik dari pihak kepala daerah ataupun swasta," ucapnya.

Dari penggeledahan sebelumnya, KPK menyita sejumlah dokumen terkait proyek pembangunan jalan dari kantor dan kediaman bupati. 

Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Dumai Tersangka Suap Dua Perkara Sekaligus!

Febri juga mengungkapkan bahwa penyidik tengah membidik tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Saat ini KPK sedang melakukan pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Bengkalis. Informasi lebih lengkap tentang penyidikan baru ini akan disampaikan sore ini melalui konferensi pers di KPK," pungkasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Sekretaris Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Nawatindo road constraction Hobby Siregar.

Keduanya telah menjadi tersangka KPK sejak Agustus 2017. KPK menduga Korupsi yang melibatkan Sekretaris Daerah Dumai itu merugikan keuangan negara hingga Rp80 miliar. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional