Pantau Flash
SEA Games 2019: Indonesia Tambah Emas dari Cabor Panahan Beregu Putra
Pemerintah, Ada Puluhan Desa di Bekasi Masih Dinyatakan Kumuh
Indra Sjafri Latih Timnas Senior Indonesia?
Sempat ricuh, Rakernas PAN Belum Hasilkan Jadwal Kongres
Ditetapkan sebagai Tersangka, Gathan Saleh Menghilang

Hati-Hati! Pakaikan Anak Make Up Bisa Picu Pubertas Dini

Hati-Hati! Pakaikan Anak Make Up Bisa Picu Pubertas Dini Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kalau kamu punya adik perempuan, sepupu, atau pun keponakan yang masih kecil jangan deh terlalu sering dipakaikan make up.

Sebab paparan bahan kimia dalam produknya bisa menyebabkan anak perempuan yang kecil mengalami pubertas lebih awal. 

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari University of California. Mereka mempelajari bagaimana bahan kimia yang digunakan pada produk rumah tangga bisa mempengaruhi sinyal hormon yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Baca juga: Jangan Salah, Make Up Bukan untuk Bikin Kamu Terlihat Pangling Lho!

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction itu mengamati kelompok kimia seperti Phthalates, paraben, dan fenol menggunakan tes urin.

Phthalates digunakan dalam produk beraroma seperti parfum, deodoran, dan sabun. Sementara paraben adalah pengawet dalam kosmetik. Bahan kimia fenol sendiri digunakan dalam segala hal mulai dari lipstik hingga lotion.

"Kami menemukan bukti bahwa beberapa bahan kimia yang banyak digunakan dalam produk perawatan pribadi dikaitkan dengan pubertas lebih awal pada anak perempuan," ungkap pemimpin penelitian tersebut Dr. Kim Harley seperti dikutip dari The Independent, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Super Gampang, Begini Cara Pakai Make Up ala Wanita Korea

Para peneliti juga menemukan bahwa perempuan dengan tingkat paraben lebih tinggi pada usia 9 tahun, akan memasuki pubertas lebih awal.

"Secara khusus, kami menemukan bahwa ibu yang memiliki tingkat lebih tinggi dari dua bahan kimia dalam tubuh mereka selama kehamilan, memiliki anak perempuan yang memasuki pubertas lebih awal," sambung profesor bidang kesehatan masyarakat di University of California.

Penelitian ini mengamati 388 anak, di antaranya 179 anak perempuan dan 159 anak laki-laki, serta ibu mereka yang terdaftar dalam studi jangka panjang antara tahun 1999 hingga 2000.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: