Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Ini Kata Risma pada Warga Surabaya di Perayaan Parade Surabaya Juang 2019

Ini Kata Risma pada Warga Surabaya di Perayaan Parade Surabaya Juang 2019 Atraksi pertempuran pada Parade Surabaya Juang 2019 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dengan titik mulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul, Kota Surabaya, Jatim, Sabtu (9/11/2019). (Foto: HO)

Pantau.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada warga Kota Pahlawan untuk menjaga persatuan di acara Parade Surabaya Juang 2019 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dengan start mulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu.

"Kepada seluruh warga Surabaya pada saat Indonesia merdeka pada 1945, kita berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat, ada seluruh suku bangsa yang ada Indonesia. Itu disebutkan di dalam pidato Bung Tomo saat itu," kata Risma yang memakai pakaian ala pejuang saat berpidato di Tugu Pahlawan.

Risma berpesan agar semangat persatuan terus dipegang oleh semua kalangan dengan tidak pernah membedakan golongan, etnis, agama, suku dalam satu kesatuan NKRI.

Baca juga: Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 Tokoh Ini

Menurut Risma, bahwa saat berjuang para pejuang tidak membedakan mereka dari latar belakang suku dan agama apa. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menekankan agar tidak mudah terprovokasi untuk terpecah belah karena berbeda suku bangsa, agama atau berbagai etnis.

"Untuk menjadi kita maju, untuk kita tetap menjaga kemerdekaan, maka kita harus bersatu padu melawan kemiskinan dan kebodohan," katanya.

Lebih lanjut, Risma mengajak semua pihak untuk menjaga kemerdekaan dengan bersatu padu dan melawan kemiskinan dan kebodohan. Selain itu, kata Risma, meminta warga Surabaya tidak mudah dihasut dan muda menerima kabar hoaks karena sesungguhnya mereka yang ingin memecahkan persatuan dan kesatuan negara tercinta.

"Jadi karena itu, saya ingin menyampaikan kita jangan pernah melupakan apa yang pernah diperjuangkan oleh para pahlawan untuk negara kita tercinta seperi ini saat ini," ujarnya.

Diketahui sebanyak 3.000 peserta ikut meramaikan Parade Surabaya Juang 2019 dengan mengambil tema Wira Bangsa yang memiliki arti pahlawan bangsa.

Acara tersebut dibuka dengan atraksi pemberangkatan Parade Surabaya Juang 2019 dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan teatrikal pidato tokoh Bung Tomo di depan Gedung Siola. Spot berikutnya, yakni pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan puisi di depan Hotel Majapahit.

Baca juga: Momen Risma 'Digoyang' Fraksi NasDem-Demokrat Soal Mafia Izin RS Siloam

Berikutnya, atraksi perang digelar di depan Gedung Grahadi dengan pertunjukan penampilan band dan teatrikal pidato Gubenur Suryo oleh komunitas pecinta sejarah Indonesia. Setelah itu, pertunjukkan teatrikal kolosal digelar di Monumen Bambu Runcing dan Monumen Polisi Istimewa.

Lalu ada atraksi di Santa Maria dan prosesi di perempatan Jalan Bengawan dan berakhir di Taman Bungkul.

Ribuan warga terlihat antusias melihat Parada Surabaya Juang di sejumlah jalan protokol yang dilalaui para peserta. "Saya senang bisa melihat acara tahunan ini. Saya berharap acara ini digelar setiap tahun dengan konsep yang berbeda-beda," kata salah warga Surabaya, Andi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: