Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Ini Penjelasan Pengacara Soal Kasus yang Menjerat Dokter Ani Hasibuan

Ini Penjelasan Pengacara Soal Kasus yang Menjerat Dokter Ani Hasibuan Pengacara Ani Hasibuan, Amin Fahrudin (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Pengacara Dokter Roboah Khairani Hasibuan (Ani Hasibuan), Amin Fahrudin menegaskan bahwa kliennya tak pernah diwawancara oleh media Tamsh-news.com yang memuat berita soal ucapannya terkait penyebab tewasnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Klien kami itu tidak pernah diwawancara, tidak pernah jadi narasumber," ucap Amin di Polda Metro Jaya, Jumat (17/5/2019).

Bahkan, Amin menyebut bahwa portal media itu dengan sengaja membuat berita tersebut dengan cara mengambil hasil wawancara klienya dari salah satu TV nasional.

Baca juga: Polisi Agendakan Panggil Dokter Ani Hasibuan Terkait Kasus Ini

Sehingga, berita yang dimuat oleh portal media itu diframing seolah-olah klienya berkomentar penyebab tewasnya ratusan KPPS diakibatkan keracunan massal.

"Itu bukanlah pernyataan atau statemen dari klien kami doktor Ani Hasibuan. Tapi media portal ini dia melakukan framing dan mengambil statement dari pernyataan beliau ketika wawancara di tv one," tegas Amin.

Untuk itu, sambung Amin, kliennya tak sedikit pun bertanggung jawab atas berita yang dimuat lantaran isi berita itu bukanlah hasil wawancara yang sesungguhnya.

"Sehingga klien kami tidak bertanggung jawab dengan apa yang jadi muatan dan isi pemberitaan media ini," tegas Amin.

Untuk diketahui, kasus itu bermula saat portal berita Tamsh-news.com memuat ucapan dari Dokter Ani Hasibuan soal penyebab tewasnya ratusan petugas KPPS lantaran keracunan zat kimia.

Berita itu diterbitkan atau diunggah pada 12 Mei 2019. Sehingga, Doktor Ani dilaporkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu (12/5/2019) yang telah teregiatrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, atas dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

Baca juga: Ini Alasan Dokter Ani Hasibuan Mangkir dari Panggilan Polisi Hari Ini

Dari laporan itu, Doktor Ani disangkakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: