Pantau Flash
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials

Iran Soal Perjanjian Nuklir 2015: Uni Eropa Gagal Total!

Iran Soal Perjanjian Nuklir 2015: Uni Eropa Gagal Total! Ilustrasi nuklir. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kepala nuklir Iran mengatakan, Uni Eropa yang menandatangani perjanjian nuklir 2015 telah gagal memenuhi komitmen-komitmen mereka berdasarkan pakta itu, sehari setelah Teheran mengumumkan pelanggaran lebih lanjut tentang batas aktivitas nuklirnya yang ditentukan oleh pakta tersebut.

Perjanjian itu mengekang program nuklir Iran yang disengketakan sebagai pengganti bagi imbalan bantuan dari sanksi, tetapi belum terurai sejak Amerika Serikat menarik diri tahun lalu dan mencengkram perdagangan minyak Iran untuk mendorongnya ke konsesi keamanan yang lebih luas.

Baca juga: Inggris Soroti Pengembangan Proses Sentrifugal Iran untuk Perkaya Uranium

Perancis, Jerman dan Inggris berusaha meluncurkan mekanisme perdagangan barter dengan Iran untuk melindunginya dari sanksi-sanksi AS tetapi masih belum terwujud, dan Teheran pada Rabu menetapkan batas waktu 60-hari bagi aksi Eropa yang efektif.

"Sayangnya pihak-pihak Eropa telah gagal memenuhi komitmen mereka... Perjanjian itu bukan jalan satu arah dan Iran akan bertindak seperti yang kami telah lakukan sejauh ini dengan secara bertahap menurunkan komitmen-komitmen kami," kata Ali Akbar Salehi, direktur Badan Energi Nuklir Iran.

"Iran akan terus mengurangi komitmen-komitmen nuklirnya jika pihak-pihak lain gagal melaksanakan komitmen-komitmen mereka: kata Salehi, berbicara setelah pertemuan dengan Penjabat Kepala Lembaga Energi Atom Internasional (IAEA) Cornel Feruta di Teheran.

Baca juga: Uni Eropa Tampik Tudingan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Feruta, yang para inspektur non-proliferasinya memantau program nuklir Iran, juga berencana bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dan para pejabat senior Iran lainnya.

Dewan Gubernur IAEA yang beranggota 35 negara akan membahas soal Iran dalam pertemuan tiap empat bulan yang dimulai Senin.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: