Forgot Password Register

Jadi Negara Minim Emisi CO2, Afrika Justru Rentan Terpapar Global Warming

Jadi Negara Minim Emisi CO2, Afrika Justru Rentan Terpapar Global Warming Sungai kering yang penuh dengan pasir melintasi gurun dekat Gos Beida di Chad Timur. (Foto: Reuters/Finbarr O'Reilly)

Pantau.com - Afrika mengharapkan tindakan nyata terkait dengan perubahan iklim, kata delegasi dari kelompok Afrika dalam konferensi iklim internasional di Kota Katowice, Polandia bagian selatan pada Senin (3 Desember 2018). 

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Fatou Ndege Gaye bersumpah untuk mendorong perubahan dengan tindakan nyata guna memerangi perubahan iklim di Afrika, yang paling menderita karena emisi.

"Kami, sebagai Afrika, melakukan dengan baik dan para gelegasi yang telah dikirim akan melakukan pkerjaan mereka guna memastikan bahwa kita bernegoisasi dan mendapatkan dukungan finansial dari dana hijau. Apa yang kita butuhkan merupakan sumber daya dan keuangan. Kami ingin apa yang diputuskan di Paris," ucap Gaye kepada Anadolu.

Baca juga: KTT Polandia Serukan Aksi Nyata untuk Atasi Perubahan Iklim

Gaye mengacu pada komitmen yang telah di buat dalam konferensi ilkim di Paris oleh negara-negara guna melakukan tindakan nyata untuk perubahan iklim dengan biaya sebesar USD $100 miliar untuk membantu negara berkembang dalam memerangi perubahan iklim.

Seorang aktivis hijau dari Mozambik Ramero Anthony mengatakan, betapa lucunya bahwa kami mengadakan KTT di Polandia, yang terlibat dalam ekonomi karbon tinggi karena ketergantungan pada batubara. Ia juga mengatakan bahwa ia akan melihat negara mana yang siap untuk beralih ke energi terbaru, yang patut dicontoh.

Paling rentan terhadap perubahan iklim

Menteri Luar Negeri NRDC Maria Fernanda Espinosa yang juga menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB menyerukan negara-negara berkembang untuk meningkatkan dan mengubah komitmen dalam mengambil tindakan. Ia juga mengakui bahwa Afrika merupakan negara yang paling rentan meski minim penggunaan emisi karbon.

"Afrika merupakan benua yang paling rentan dalam hal perubahan iklim sehingga Afrika telah berada di jantung dan pusat keuangan iklim. Kami juga memiliki tantangan untuk penambahan dana yang menjanjikan dari dana hijau dan kami sangat berharap negara lain akan mengiuti langkah Jerman yang telah berkomitmen untuk melakukan penambahan dana yang kuat," ucapnya, seperti dikutip Anadolu, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: AS Satu-satunya Negara yang Tolak Kesepakatan Perubahan Iklim di KTT G20

Presiden Majelis Umum PBB juga memuji kelompok Afrika yang berjuang untik benuanya di masa depan. Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah melihat delegasi Afrika telah bekerja siang dan malam dan berkomitmen dengan benua mereka.

Wilayah Afrika Timur telah dilanda kekeringan, yang merupakan fenomena terburuk dalam 60 tahun, dan telah menyebabkan krisis makanan di sana, sedangkan, wilayah Afrika Utara dilanda banjir dan efek lain dari perubahan iklim.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More