Pantau Flash
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola
Tundukkan Wakil China, Della/Rizki Juara Vietnam Open 2019
Persija Jakarta Taklukkan PSIS Semarang dengan Skor 2-1

Ternyata Dongeng Juga Baik untuk Lansia Lho!

Ternyata Dongeng Juga Baik untuk Lansia Lho! Ilustrasi orang lanjut usia (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tahukah kamu, semakin bertambahnya usia senja maka kemampuan akan semakin lemah, termasuk pikiran yang bahkan kembali seperti anak kecil yang tidak mampu melakukan apapun dan sering kali butuh perhatian.

Inilah alasan mengapa kegiatan mendongeng bisa diperuntukan bagi para lanjut usia, sebagaimana yang pernah dilakukan Pendongeng Rika Endang Triyani di salah satu panti jompo

"Dongeng itu sampai mereka nanti kakek dan nenek pun mereka masih bisa nikmatin, jadi aku juga pernah mendongeng buat panti jompo dan mereka antusiasnya luar biasa. Jadi dongeng ini buat semua umur," ujar Rika disambangi Pantau.com beberapa waktu lalu.

Terkait isi dan konten dongeng, berbeda dengan anak kecil yang biasanya merangsang imajinasi, bagi orang dewasa atau lanjut usia, lebih kepada dongeng yang mengajak nostalgia atau mengenang saat-saat terbaik mereka di usia muda.

Baca juga: Ingin Mendongengkan Anak Tapi Masih Kaku? Begini Triknya

"Mereka suka nostalgia tentang pesta dansa, tentang pesta tapi bukan berarti party, yang mereka bukannya pesta sekarang, jadi yang zaman dulu seperti apa," tutur wanita yang akrab disapa Kak Rika itu.

Baca juga: Hadiri FDII 2018 Agar Tahu Cara Menjadi Pendongeng yang Handal

Orangtua yang dititipkan anaknya di panti jompo, biasanya cenderung kesepian dan hanya mengobrol dengan sesamanya. Tapi saat kaum muda mendongeng dan bercerita dengan energik, yang terjadi adalah pancaran kebahagiaan dan semangat hidup seperti muda biasanya akan tumbuh.

Kalau sudah begini, pikiran, batin hingga tubuh orangtua akan lebih sehat karena keinginan kuat untuk beraktivitas hadir kembali.

"Kadang-kadang saya bawakan story gamy, pakai origami mereka juga senang, walau kadang enggak bisa ngelihat, 'Apa sih itu nak?', terus aku ulang lagi, jadi mereka nikmati saja," tutup dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: