
Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan komitmen melindungi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi melalui penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur pada penyelenggaraan Haji 1447 H.
Menteri Haji dan Umrah RI Moch. Irfan Yusuf menegaskan, “Perlindungan jamaah, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama kami pada penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi pada Senin (16/2).
Menhaj menyebut perlindungan harus dimulai sejak tahap persiapan di tanah air melalui penguatan istithaah kesehatan, bukan sekadar syarat administratif, tetapi sebagai instrumen keselamatan.
Ia menekankan, “Istithaah kesehatan adalah fondasi utama. Kita ingin memastikan jamaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik, terkontrol penyakit penyertanya, serta memahami risiko perjalanan ibadah,” tegasnya.
Pemerintah memperketat skrining kesehatan, pengawasan komorbid, serta edukasi kebugaran bagi calon jamaah guna menekan angka jamaah risiko tinggi sebelum keberangkatan.
Optimalisasi Murur dan Tanazul di Arab Saudi
Di Arab Saudi, penguatan kesehatan dilanjutkan melalui manajemen mobilitas jamaah pada fase puncak ibadah dengan optimalisasi skema Murur dan Tanazul untuk menekan kelelahan ekstrem dan kepadatan.
Skema Murur memungkinkan lansia dan jamaah risti melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus untuk mengurangi beban fisik dan risiko gangguan kesehatan.
Skema Tanazul memberi opsi sebagian jamaah kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah guna mengurangi kepadatan tenda Mina.
Menhaj menyatakan, “Murur dan Tanazul bukan hanya solusi teknis, tetapi bentuk keberpihakan pada jamaah rentan. Prinsipnya, ibadah harus sah sekaligus aman dan manusiawi,” katanya.
Indonesia juga mengusulkan kesiapsiagaan dukungan medis di jalur menuju Jamarat untuk mempercepat respons dalam kondisi darurat saat puncak lempar jumrah.
Ia menegaskan pendekatan preventif dengan pernyataan, “Kita ingin menggeser pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Jangan menunggu jemaah sakit, tetapi pastikan mereka tetap sehat selama menjalankan ibadah,” ungkapnya.
Fokus Keselamatan dan Kenyamanan Jamaah
Pemerintah optimistis melalui penguatan istithaah kesehatan, optimalisasi skema Tanazul-Murur, serta koordinasi kesehatan lintas negara, penyelenggaraan Haji 1447 H akan berlangsung lebih tertib, aman, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan jamaah.
- Penulis :
- Aditya Yohan







