Pantau Flash
Menteri PUPR: Proyek Tol JORR II Rampung 2020
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal

Jokowi Sebut Kartu Hingga Infrastrukturnya Mengandung Unsur Pancasila

Jokowi Sebut Kartu Hingga Infrastrukturnya Mengandung Unsur Pancasila Presiden Jokowi dalam acara

Pantau.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan di setiap kartu yang pemerintah luncurkan terkandung ideologi Pancasila.

"Saya berikan contoh urusan, misalnya, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, apakah ada ideologinya? tanya ke saya saja, ada, ada," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Jokowi Teken Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbang Kertasusila

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara "Presidential Lecture" Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam acara tersebut hadir juga Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, anggota Dewan Pengarah Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, Buya Ahmad Syafii Maarif, para menteri kabinet Indonesia Maju serta para kepala lembaga pemerintah.

"Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? perikemanusiaan ada di situ, BBM satu harga ada ideloginya di situ, ada, keadilan sosial ada di situ, infrastruktur, jangan dikatakan tidak ada ideologinya," ungkapnya.

Jokowi membantah bahwa infrastruktur hanyalah urusan ekonomi. "Orang hanya melihat urusan ekonominya, tidak. (Infrastruktur) ini mempersatukan, ada persatuannya ini harus dinampakkan seperti itu, jangan urusan remeh-temeh, ndak seperti itu coba lebih dalami lagi," ujarnya.

Presiden pun meminta agar para menteri dan kepala lembaga dalam membuat kebijakan juga memiliki unsur ideologi Pancasila.

"Akan muncul ideologi-ideologi di setiap program bapak ibu luncurkan, ada rasa ideologi Pancasilanya. Kenapa ketika saya memberikan Kartu Indonesia Pintar atau mengumpulkan usaha-usaha mikro saya suruh maju untuk menghapal Pancasila? Itu awal saja, terusan dari itu mestinya ada," tuturnya.

Namun, Jokowi meminta agar target penyebaran ideologi Pancasila itu pun difokuskan kepada anak-anak muda.

"Kita membawa negara sebesar ini 260 juta target ke depan nilai-nilai ini ditransfer ke siapa? Demografi kita ke siapa? Anak-anak muda kita, merekalah yang mau kita kejar karena ke depan ada 129 juta anak-anak muda, hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, tidak ngerti masalah Pancasila berbahaya negara ini," kata Presiden menegaskan.

Mantan wali kota Solo itu, memerintahkan agar para menteri dan kepala lembaga memahami cara berkomunikasi 129 juta anak-anak muda agar bisa membumikan Pancasila.

"Sekali lagi target utama kita anak-anak muda kita, yang kita hitung 129 juta orang. Kita harus mengerti, paham media komunikasi yang mereka gunakan apa? Semua harus mengerti ini juga, harus mengerti kegiatan mereka itu apa? Konten yang mereka sukai itu apa? Kegiatan yang mereka sukai apa? Harus teridentifikasi betul," tandasnya.

Baca juga: Soal Usulan 3 Periode, Jokowi: Ada yang Mau Nampar dan Cari Muka Sama Saya

Presiden bahkan meminta agar para menteri dan kepala lembaga melihat siapa tokoh yang anak muda sukai.

"Coba lihat lebih dalam lagi siapa tokoh atau influencer yang mereka ikuti? Hati-hati di sini, BPIP juga harus melihat secara detail ini agar penyebaran lebih cepat dan kuat lagi," ungkap Presiden.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: