Pantau Flash
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019

Kabut Asap Masih Selimuti Australia, Warga Diminta Tak Keluar Rumah

Kabut Asap Masih Selimuti Australia, Warga Diminta Tak Keluar Rumah Asap dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti gedung Sydney Opera House di Sydney, Australia, Selasa (12/11/2019). (FOTO: REUTERS/Jonathan Barre)

Pantau.com - Angin kencang memperparah lebih dari 100 kebakaran yang sedang terjadi di seluruh pantai timur Australia pada Selasa, sehingga asap berbahaya menyelimuti Sydney dan menyulut peringatan kesehatan buat kota paling padat di negeri tersebut.

Australia rentan terhadap kebakaran semak saat musim panas dan kering, tapi kebakaran ganas telah dipicu dini, pada musim semi selatan, oleh kemarau yang berlangsung lama dan temperatur tinggi.

Kebakaran hutan sepanjang bulan ini merenggut sedikitnya empat jiwa, membakar sebanyak 2,5 juta acre (satu juta hektare) lahan dan semak dan menghancurkan lebih dari 300 rumah.

Angin kencang mengobarkan sebanyak 130 kebakaran yang telah melanda Negara Bagian New South Wales dan Queensland selama beberapa hari, dan mendorong asap ke selatan hingga membentuk kabut tebal di Sydney, tempat tinggal sebanyak lima juta orang.

Baca juga: Australia Bersiap Hadapi Angin Kencang yang Picu Kebakaran Hutan

Beberapa pejabat mengatakan kualitas udara di beberapa bagian kota pelabuhan tersebut diukur 10 kali tingkat bahaya pada Selasa dan menyarankan warga agar tetap tinggal di dalam rumah selama mungkin sementara asap menyelimuti hingga beberapa hari ke depan.

"Kita tahu bahwa gelombang panas mengakibatkan penyakit parah, membuat orang masuk rumah sakit dan bahkan meninggal, dan orang makin sensitif terhadap gelombang panas pada musim ini," kata Richard Broom, Direktur Kesehatan Lingkungan Hidup di NSW Health di dalam satu pernyataan surel.

"Gabungan panas dan kualitas udara yang buruk menambah resiko," kata Broom, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta.

Di NSW, petugas pemadam bergulat untuk memperkuat garis pertahanan api sebelum temperatur diperkirakan lebih tinggi untuk sebagian besar sisa hari pekan ini.

Baca juga: Australia Kurangi Bantuan Luar Negeri untuk Indonesia?

"Lebih dari 1.300 petugas pemadam berusaha memadamkan kebakaran ini, melakukan operasi pembakaran terkendali dan memperkuat jalur pengendalian sebelum ramalan mengenai cuaca panas, kering dan berangin, dan tujuh daerah berada dalam larangan total orang menyalakan api," kata NSW Rural Fire Service di dalam satu pernyataan.

Krisis kebakaran semak saat ini telah dikendalikan untuk daerah Negara bagian Queensland dan pantai timur NSW, tapi para pejabat di South Australia pada Selasa memperingatkan bahwa prakiraan temperatur mendekati rekor meningkatkan resiko di negara bagian tersebut.

Biro Meteorologi Australia mengatakan temperatur di Adelaide, Ibu Kota Australia Selatan, dengan temperatur mencapai 42 Deraja Celsius (107,6 Derajat Fahrenheit) pada Rabu, yang ditambah dengan angin kencang akan menciptakan kondisi ancaman kebakaran "bencana".

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Internasional

Berita Terkait: