Forgot Password Register

Headlines

Kader PDIP Kwik Kian Gie Jadi Penasihat Ekonomi Koalisi Prabowo-Sandi?

Kwik Kian Gie (Foto: Antara/Galih Pradipta) Kwik Kian Gie (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Fenomena kader partai mendukung calon yang berseberangan dengan keputusan partai tidak hanya dialami partai Demokrat saja. Hal yang sama juga dialami oleh partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, PDIP.

Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut ekonom Kwik Kian Gie sudah bersedia untuk menjadi penasihat ekonominya menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Baca juga: Tanggapi Unggahan Farhat Abbas, Prabowo: Waduh, Aku Masuk Neraka Dong

Seperti diketahui, Kwik Kian Gie merupakan salah satu kader PDIP, dan juga mantan kepala Bappenas di era Megawati Soekarnoputri.

"Pak Kwik Kian Gie walaupun dia mengatakan beliau PDIP tapi demi kepentingan negara beliau ingin menjadi salah satu penasihat saya, kita ingin mikirin negara dan bangsa tidak lihat partai," ucap Prabowo di kediaman SBY, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Selain nama Kwik Kian Gie yang diklaim mantan Danjensus Kopasus itu akan bergabung dengan kubunya. Ada nama mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang telah menyatakan ingin menjadi penasihat ekonomi untuk kubu tersebut.

Baca juga: Prabowo Beberkan Tugas SBY dan AHY di Pilpres 2019 

Saat ini menurut Prabowo, ia sedang mengumpulkan putra putri terbaik bangsa untuk menjadi bagian penasehat bidang ekonomi yang dianggapnya menjadi masalah serius bangsa saat ini.

"Kita tak memikirkan ras atau agama atau daerah mana. Kita ingin mengumpulkan mereka dan mereka kita minta untuk memikirkan demi negara dan bangsa bukan partai. Kepentingan negara dan bangsa," ungkapnya.

"Ekonomi ini yang sekarang menjadi masalah kita. Ekonomi ini menjadi ancaman bangsa kita. Saya kira ini yg benar-benar masalah serius lapangan kerja. Harus diurus dengan baik tentunya harga-harga pangan yang harus bener-bener diurus dengan baik," lanjutnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More