Forgot Password Register

Kalapas Sukamiskin Terima Hadiah dari Wawan dan Fuad Amin untuk Fasilitas Mewah

Kalapas Sukamiskin Terima Hadiah dari Wawan dan Fuad Amin untuk Fasilitas Mewah Lapas Sukamiskin (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Pantau.com - Dua terpidana kasus korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin, disebut pernah memberikan hadiah kepada Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen. Hadiah berupa barang dan uang itu diberikan agar keduanya bisa mendapatkan fasilitas mewah di dalam sel juga diberi keleluasaan untuk keluar masuk lapas.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Wahid yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu, 5 Desember 2018. Wahid didakwa lantaran diduga menerima suap dari napi korupsi Fahmi Darmawansyah. Motif pemberian suap itu serupa dengan Wawan dan Fuad. 

Baca juga: Terkuak! Suami Inneke Kelola Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Jaksa KPK Trimulyo Hendradi menyebutkan, para napi korupsi itu telah mendapatkan fasilitas mewah sejak Wahid baru menjadi Kalapas Sukamiskin sejak 13 Maret 2018. Namun hal itu dibiarkan Wahid. 

"Terdakwa yang menjabat selaku Kalapas Sukamiskin mengetahui beberapa narapidana tipikor di Lapas Sukamiskin mendapatkan sejumlah fasilitas istimewa. Seperti kamar lapas yang dilengkapi AC dan televisi serta menggunakan telepon genggam. Namun Terdakwa membiarkan atau pun memperbolehkan hal demikian itu terus berlangsung," ucap Trimulyo dalam surat dakwaan yang diterima Pantau.com

Bukan hanya fasilitas, Wahid juga memberikan kemudahan izin keluar lapas. Sebagai gantinya, Wahid menerima sejumlah pemberian dari para napi korupsi tersebut. Jaksa menyebut pemberian hadiah itu diterima Wahid melalui perantara ajudannya, Hendry Saputra. 

"Terdakwa melalui Hendry Saputra menerima sejumlah hadiah berupa barang dan uang dari narapidana Lapas Sukamiskin, yaitu masing-masing dari Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan dari Fuad Amin Imron," ucapnya.

Baca juga: KPK Duga Kalapas Sukamiskin Terima Suap dari Narapidana Lain

Kasus suap ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 20 Juli 2018. Dalam operasi senyap tersebut KPK mengamankan sejumlah orang dan uang serta dua unit mobil. 

Kemudian pada gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, ajudan Kalapas Hendry Saputra, napi khusus pidana umum Andri Rahmat, dan napi korupsi perkara Bakamla yang menghuni Lapas Sukamiskin Fahmi Darmawansyah. 

Fahmi diduga telah menyuap Wahid dengan dua unit mobil dan uang sejumlah uang Rp279 juta serta US 1.410 agar diberikan fasilitas mewah di dalam lapas dan diberikan keleluasaan untuk keluar masuk penjara. Uang itu diberikan Fahmi lewat perantara Andri kepada Hendry. 

Sehari setelah operasi senyap, Kemenkum HAM yang dipimpin oleh Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami melakukan sidak dadakan ke lapas Sukamiskin. Hasilnya, Kemenkum HAM menyita barang-barang mewah milik sejumlah narapidana yang seharusnya tidak boleh ada di dalam lapas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More