Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

'Kangkangi' Rusia (Lagi), AS Siap Uji Coba 2 Sistem Rudal Balistik

'Kangkangi' Rusia (Lagi), AS Siap Uji Coba 2 Sistem Rudal Balistik Rudal Tomahawk. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Awal pekan ini, Pentagon mengumumkan keputusannya untuk melanjutkan pembuatan suku cadang untuk rudal yang melanggar perjanjian.

Amerika Serikat berencana untuk menguji dua sistem rudal yang dilarang di bawah Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF), di mana AS mengumumkan keputusannya untuk menarik diri, akhir tahun ini.

Melansir Sputnik, Kamis (14/3/2019), sebuah rudal jelajah baru dijadwalkan akan diuji pada Agustus, sementara rudal balistik jarak jauh akan diuji pada November, kata pejabat pertahanan yang tidak disebutkan namanya kepada wartawan.

Baca juga: AS Peringati Korut Jangan Lakukan Denuklirisasi Secara Bertahap

Di bawah perjanjian INF, semua rudal dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer dilarang. Rudal jelajah baru itu diperkirakan memiliki jangkauan 1.000 kilometer, sementara rudal balistik akan memiliki jangkauan 3.000 hingga 4.000 kilometer, kata para pejabat.

Tak satu pun dari dua rudal itu akan dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir. Ini sesuai dengan pernyataan Pentagon sebelumnya, di mana Departemen mengatakan upaya misilnya adalah hanya konvensional, bukan nuklir.

Selama peluncuran anggaran Pentagon, para pejabat menghindari pertanyaan tentang pendanaan untuk sistem yang tidak patuh dengan INF, dengan bertindak sebagai pengawas keuangan Pentagon, Elaine McCusker.

Baca juga: Rusia pada AS: Bawa Pulang Kembali Persenjataan Nuklirmu dari Eropa

Presiden Donald Trump mengumumkan bulan lalu bahwa AS secara sepihak akan menarik diri dari perjanjian itu, menunjuk ke arah rudal jelajah 9M729 Rusia, yang menurut para pejabat Amerika melanggar batasan perjanjian.

Rusia berulang kali membantah tuduhan bahwa rudal itu melanggar perjanjian 1987, menunjukkan bahwa sistem pertahanan rudal Amerika yang dikerahkan di Eropa dapat digunakan kembali untuk ofensif dan oleh karena itu mereka sendiri melanggar perjanjian itu. Moskow menanggapi keputusan Presiden Trump untuk menarik diri dengan menangguhkan partisipasinya sendiri.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: