
Pantau - Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk menerima gelombang baru pengungsi dari Timur Tengah di tengah meningkatnya eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth kepada wartawan pada Kamis 5 Maret.
Ia menilai negara-negara di kawasan Timur Tengah masih memiliki kemampuan untuk menampung para pengungsi yang terdampak konflik.
"Saya kira aman untuk mengatakan tak ada rencana menerima gelombang baru pengungsi dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, karena Presiden Donald Trump telah lama menunjukkan ada banyak negara di kawasan yang mampu memberikan dukungan semacam itu jika diperlukan", katanya.
Konflik AS, Israel, dan Iran Meningkat
Pernyataan mengenai kebijakan pengungsi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya pada Sabtu 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut termasuk dilakukan di ibu kota Iran, Teheran.
Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban jiwa warga sipil.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Setelah serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
Iran meluncurkan rudal yang menargetkan wilayah Israel.
Serangan balasan tersebut juga menyasar fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah.
Konflik yang meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memicu perpindahan penduduk dari wilayah konflik di kawasan tersebut.
Namun pemerintah Amerika Serikat menegaskan hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menerima pengungsi tambahan dari Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







