Pantau Flash
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk
12 Pegawai KPK Mundur Sejak Revisi UU Nomor 19/2019 Disahkan
Wagub Jabar Sebut Penanganan Sungai Cileungsi Terkendala Anggaran
BRI Syariah Genjot Pembiayaan UKM Lewat Investree

Kata Trump, Ada 2 Surat Kabar Besar di AS yang Akan Gulung Tikar

Headline
Kata Trump, Ada 2 Surat Kabar Besar di AS yang Akan Gulung Tikar Presiden AS, Donald Trump (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Donald Trump hari Minggu (16 Juni 2019) mengatakan dua suratkabar terkemuka, The New York Times dan The Washington Post, akan gulung tikar ketika masa jabatannya di Gedung Putih berakhir.

Trump menyerang kedua suratkabar, yang sering menerbitkan artikel yang dijulukinya sebagai “fake news” atau “berita bohong” tentang kekacauan di Gedung Putih dan kebijakan pemerintah yang tidak disukai.

“Seharusnya dilakukan jajak pendapat untuk mengetahui suratkabar yang paling tidak jujur dan menipu, The Failing New York Times atau Amazon (pelobi) Washington Post,” cuit Trump di Twitter, merujuk pada Jeff Bezos, pemilik Washington Post yang juga pendiri perusahaan pengecer raksasa Amazon.

Baca juga: MRT Permudah Warga Jakarta untuk Ikuti Car Free Day

“Mereka (kedua koran itu, red.) merupakan aib bagi negara kita, Musuh Rakyat, tetapi saya tampaknya tidak bisa menentukan siapa yang lebih buruk?.” tulisnya.

“Kabar baiknya adalah pada akhir enam tahun ini, setelah Amerika menjadi JAYA lagi dan saya meninggalkan Gedung Putih (menurut Anda apakah orang-orang akan menuntut agar saya berkuasa lebih lama lagi? KEEP AMERICA GREAT), kedua suratkabar mengerikan ini akan segera gulung tikar dan berakhir selamanya,” ujar Trump. Ia menyampaikan asumsi bahwa ia akan terpilih kembali dalam pemilu presiden tahun 2020 dan masa jabatannya di Gedung Putih akan bertahan hingga 2024.

Dilansir VOA, Trump hampir tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menyerang media utama di Amerika dan liputan tentang dirinya, tetapi belum jelas apa yang membuatnya menyerang dua suratkabar sekaligus hari ini.

Kedua suratkabar ini didirikan pada abad ke 19 dan selama bertahun-tahun telah memenangkan puluhan hadiah “Pulitzer,” penghargaan terbaik untuk karya jurnalistik.

Baca juga: India Bakal Izinkan Teknologi 5G Huawei, Asalkan...

Namun Sabtu malam (15 Juni 2019), Trump mengecam laporan di New York Times karena mengungkap bahwa Amerika secara diam-diam telah meningkatkan serangan media online terhadap jaringan listrik di Rusia.

“Apakah anda percaya bahwa the Failing New York Times baru saja menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa Amerika secara substansial meningkatkan serangan dunia maya terhadap Rusia,” cuit Trump.

“Ini adalah langkah virtual pengkhianatan dari suratkabar yang dulu luar biasa, namun kini sangat haus berita, berita apapun, yang buruk bagi negara kita sekalipun," lanjutnya.

“JUGA, TIDAK BENAR!” tambah Trump. “Apapun yang terjadi dengan Media Berita Korup kita hari ini. Mereka akan melakukan atau mengatakan apapun, tanpa sedikit pun memikirkan konsekuensinya! Ini adalah pengecut sejati dan tanpa ragu lagi, mereka adalah MUSUH RAKYAT.” pungkasnya.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: