Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Ketua DPR Minta Ditjen PAS Evaluasi Terkait Kerusuhan Lapas di Langkat

Headline
Ketua DPR Minta Ditjen PAS Evaluasi Terkait Kerusuhan Lapas di Langkat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Pantau.com/ Bagsakara Isdiansyah)

Pantau.com - Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumatera Utara, mengamuk dengan membakar bangunan dan berbagai kendaraan pada Kamis, 16 Mei 2019. Dugaan sementara, kericuhan dipicu sengketa antara narapidana dan petugas lapas.

Menanggapi hal itu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong kepada Kementerian Hukum dan HAM melalui Ditjen PAS untuk melakukan evaluasi seluruh sistem di Lapas, baik sistem manajemen pengelolaan maupun pengawasan di dalam Lapas.

Baca juga: Buntut Kerusuhan, Kalapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan

"Mendorong Kemenkumham melalui DitjenPAS untuk melakukan kajian kapasitas Lapas yang layak, serta melakukan penyesuaian antara jumlah sel tahanan dengan warga binaan yang ada, mengingat kondisi lapas yang overcapacity sering kali menjadi pemicu utama rusuh di Lapas," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat, 17 Mei 2019.

Selain itu juga, Bamsoet meminta Ditjen PAS memastikan hak-hak para napi dalam Lapas mendapatkan haknya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Menurutnya, ketidak penuhan terhadap hak napi kadang menjadi salah satu pemicu.

Baca juga: Kemenkumham Hitung Kerugian Pasca Kerusuhan Lapas Narkotika Langkat

"Bahwa setiap warga binaan di Lapas dan Rutan mendapatkan haknya sesuai dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1995 tentang Permasyarakatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Politisi asal Golkar itu mendorong aparat kepolisian untuk terus melakukan pencarian warga binaan yang kabur hingga seluruhnya dapat tertangkap, mengingat hal tersebut akan meresahkan masyarakat sekitar.

"Mendorong Lapas Narkotika Kelas III Hinai berkerja sama dengan Kepolisian untuk menyebarkan identitas warga binaan yang masih buron agar masyarakat dapat membantu pencarian dan melaporkan jika mendapati orang yang ciri-cirinya serupa dengan identitas yang disebarkan," tandasnya.

Baca juga: Video Kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Ini Penyebabnya

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: