Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

Ketua PA 212 Jadi Tersangka, Zulhas: Pemerintah Katanya Cinta Ulama?

Ketua PA 212 Jadi Tersangka, Zulhas: Pemerintah Katanya Cinta Ulama? Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan turut berkomentar mengenai penetapan status tersangka kepada Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif. Menurutnya jika ada pihak yang mengkritik dan beda dengan pemerintah lalu dijebloskan ke penjara maka akan mencederai penegak hukum.

"Jadi kalau penegak hukum yang dikatakan adil tapi dirasakan publik tidak memenuhi rasa keadilan tentu akan menggerus kepercayaan kepada aparat penegak hukum itu sendiri," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Polri: Penetapan Tersangka Slamet Ma'arif Sudah Sesuai Prosedur

Ia mengaku turut menyayangkan apa yang menimpa Slamet Ma'arif, Ahmad Dhani dan kawan-kawan. Ia menilai saat ini jika ada pihak yang beda dengan pemerintah kemudian melakukan kritik selalu berujung ke penjara.

"Tentu sekali lagi, ya kalau orang sedikit-sedikit bicara masuk penjara, ngomong sedikit-sedikit masuk penjara, tentu kan pemerintah katanya sayang dan cinta ulama, menghargai kritik, perbedaan," tuturnya

"Kalau ada perbedaan dikit-dikit kena UU ITE ya keadilan akan dirasakan publik ya. Itu kan nanti kalau dirasa tidak adil ya akan merusak kepercayaan terhdap aparat penegak hukum," lanjutnya.

Baca juga: Fadli Zon Pasang Badan untuk Slamet Ma'arif 

Lebih lanjut, Ketua MPR RI itu mengatakan jika penegak hukum itu saat ini lebih adil dalam melakukan proses hukum maka syarat demokrasi berkualitas akan terlaksana. "Syarat demokrasi berkualitas adalah kalau penegakan hukumnya adil," tandasnya.

Sebelumnya penetapan Ma'arif sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Amin Ma'ruf menganggap orasi Slamet pada acara Tabligh Akbar bermuatan kampanye sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

Bawaslu Solo kemudian memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Bawaslu Solo juga sempat memanggil Ma'arif untuk dimintai keterangan terkait ceramahnya dalam Tabligh Akbar tersebut.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: