Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Khofifah Mengaku Pernah Chat Romahurmuziy, Tanya Pelantikan Haris

Headline
Khofifah Mengaku Pernah Chat Romahurmuziy, Tanya Pelantikan Haris Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bersaksi (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku pernah mengirim pesan ke Romahurmuziy terkait pencalonan Haris Hasanuddin dalam seleksi Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur.

Inti isi pesan tersebut adalah menanyakan pelantikan Haris yang sudah masuk pada tiga besar calon Kakanwil Kemenag Jatim. Khofifah mengaku ia menanyakan hal tersebut karena diminta oleh Pimpinan Ponpes Amanatul Ummah, Jatim, Kiai Asep Saifuddin Chalim. 

"Ada WA (WhatsApp) awal Februari isinya Mas Rommy minta saya hadir kampanye (pilpres) 10 April. Saya bilang Insya Allah akan hadir. Karena saya diminta Kiai Asep tanya bahwa Haris sudah selesai dan masuk nominator utama kenapa tidak dilantik-lantik. Kebetulan Mas Rommy WA, jadi saya jawab 'Awas kangingan' (masuk angin). Jadi sifatnya pertanyaan sudah selesai semua proses, menurut Kiai Asep kenapa tidak dilantik," ujar Khofifah saat menjadi saksi di PN Tipikor Jakpus, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Tiba di PN Tipikor, Khofifah Jadi Saksi Suap Jual Beli Jabatan Kemenag

Khofifah menambahkan, kemudian Rommy mempertegas konteks pertanyaan tersebut. 

"Pak Rommy jawab WA itu apa yang dimaksud ini Haris Jatim? Saya jawab iya," jelas Khofifah.

Sebelumnya, nama Asep Saifuddin Chalim dan Khofifah pernah disebut Rommy usai diperiksa KPK. Rommy mengatakan bahwa Kiai Asep dan Khofifah ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. 

"Saya meneruskan aspirasi, karena yang saya rekomendasikan tidak main-main. Misalkan seperti Haris Hasanuddin, memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari seorang ulama, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana. Kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa misalnya," kata Rommy di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Maret 2019.

Baca juga: Sidang Suap Kemenag, Ketua DPW PPP Jatim Akui Didatangi 2 Terdakwa

Namun menurut KPK, nama Haris sebenarnya tidak lolos seleksi karena pernah mendapat hukuman disiplin sebelumnya. Lantas Haris pun meminta bantuan Rommy untuk meloloskannya.

Romi diduga menerima suap sebanyak Rp250 juta dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik M. Muafaq Wirahadi untuk mempengaruhi proses seleksi pengisian jabatan Kepala di Kemenag Jatim dan Gresik.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: