Forgot Password Register

KPK Geledah Aparteman dan Kantor Pengacara Eks Bos Lippo Group

Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di apartemen dan kantor pengacara Lucas. Lucas merupakan tersangka pada kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali ke PN Jakarta Pusat yang juga melibatkan eks bos Lippo Group Eddy Sindoro.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lokasi penggeledahan terdapat di Apartemen Kempinski, MH Thamrin dan kantor Lawfirm di kawasan Sudirman. 

"Saya dapat informasi tim sedang melakukan kegiatan, tim penyidik yang menangani kasus dengan tersangka LCS (Lucas) malam ini melakukan penggeledahan di kantor yang di Sudirman Center dan di Apartemen Kempinski," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018). 

Baca juga: KPK Panggil Pegawai Imigrasi Bandara Soetta Terkait Kasus Lucas

Dari penggeledahan itu, Febri menyebut penyidik menyita sejumlah catatan dan barang elektronik. Namun Febri tidak menjabarkan barang elektronik apa saja yang disita penyidik. Hingga saat ini tim penggeledahan masih bertugas di lokasi. 

"Saya belum dapat info apa saja yang disita. Tapi tentu saja pihak yang menyaksikan penyitaan itu diberikan informasi rinci terkait penyitaan tersebut," tambahnya.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Saut Situmorang telah mengumumkan status tersangka Lucas pada Senin, 1 Oktober 2018 lalu. Saut mengungkapkan Lucas diduga terlibat dalam buronnya keberadaan Eddy Sindoro yang saat ini berada di luar negeri. 

"Dalam perkembangannya, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan dugaan suap terkait pengajuan PK pada PN Jakpus dengan tersangka ESI," kata Saut saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018). 

"Terkait hal tersebut, KPK meningkatkan status penahanan perkara ini ke penyidikan dengan menetapkan LCS (Lucas) sebagai tersangka," tambah Saut. 

Baca juga: Eks Bos Lippo Group Masih Buron, KPK Periksa Pengacara Lucas

Saut menjelaskan, Lucas diduga telah membantu Eddy Sindoro untuk melarikan diri saat akan ditangkap oleh otoritas Malaysia untuk dideportasi ke Indonesia. Lucas juga diduga membantu Eddy agar bisa kembali lari ke negara lain. 

"LCS diduga berperan untuk tidak memasukkan tersangka ESI ke wilayah yuridis Indonesia melainkan ke luar negeri," ucapnya. 

Karena perbuatannya itu, Lucas diberatkan pasal 21 UU Tipikor No. 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, Eddy Sindoro diduga menyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. 

Sindoro diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait dengan sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group. Meski telah dicegah dan ditetapkan tersangka, namun Eddy Sindoro buron ke luar negeri.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More