Pantau Flash
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS

KPK Panggil (Lagi) Direktur Pengadaan PLN Terkait Kasus Sofyan Basir

KPK Panggil (Lagi) Direktur Pengadaan PLN Terkait Kasus Sofyan Basir ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso untuk menjadi saksi dalam kasus suap pembahasan kerjasama proyek PLTU Riau-1. Supangkat akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Sofyan Basir (SFB).

"Saksi untuk SFB," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Baca juga: KPK Panggil 2 Direktur Bisnis Regional PT PLN Kasus Sofyan Basir

KPK juga memanggil Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama. Hingga saat ini belum dipastikan kedua saksi tersebut akan memenuhi panggilan penyidik atau tidak.

Selain keduanya, KPK memanggil tiga saksi lain. Yakni, General Manager PT PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau Doddy B Pangaribuan, pegawai BRI Dani Werdaningsih, dan swasta Muhisam.

Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka KPK pada 23 April 2019. Dia diduga menunjuk anak perusahaan milik Johannes B Kotjo, PT Samantaka Batubara, untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

KPK menyebut penunjukan itu dilakukan sekitar tahun 2016, padahal ketika itu belum terbit peraturan presiden nomor 4/2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Penunjukan itu dilakukan melalui sejumlah pertemuan antara Sofyan, Kotjo, mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan serta pihak lain di sejumlah tempat seperti hotel, kantor PLN, restoran, hingga rumah Sofyan.

KPK menduga Sofyan menerima janji uang dengan bagian sama besar dengan Eni Saragih dan Idrus Marham. Jika berhasil memberikan Proyek PLTU Riau-1 ke anak perusahaan Kotjo.

Baca juga: KPK Agendakan Pemeriksaan Menteri ESDM Ignasius Jonan Hari Ini

Akibat perbuatannya, Sofyan dikenakan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korups

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: