Pantau Flash
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali

KPK Agendakan Pemeriksaan Menteri ESDM Ignasius Jonan Hari Ini

Headline
KPK Agendakan Pemeriksaan Menteri ESDM Ignasius Jonan Hari Ini ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Menteri ESDM Ignasius Jonan dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik KPK hari ini, Senin (20/5/2019). Jonan dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir, mantan Dirut PT PLN, dan Samin Tan, pemilik perusahaan Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM).

Jonan seharusnya diperiksa KPK pada Rabu, 15 Mei 2019 lalu. Namun ia tidak memenuhi panggilan penyidik karena sedang menjalankan tugas di luar negeri.

Baca juga: Senin Depan, KPK Agendakan Periksa Ignasius Jonan Terkait Kasus Ini

"Kementerian ESDM mengirimkan surat pemberitahuan, saksi tidak bisa memenuhi panggilan Penyidik karena ada perjalanan dinas ke Eropa, Jepang dan Amerika Serikat," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu, 15 Mei 2019.

"Kami harap saksi memenuhi panggilan penyidik dan dapat memberikan keterangan terkait dua perkara dengan tersangka SFB dan SMT," tambah Febri.

Diketahui, Sofyan Basir dan Samin Tan merupakan tersangka pada dua perkara berbeda. Sofyan menjadi tersangka dalam kasus suap pembahasan kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Ia duga menerima suap bersama mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham dari pengusaha Johannes B Kotjo.

Baca juga: Menteri ESDM Batal Diperiksa KPK Besok

Dari kasus tersebut, KPK kemudian menemukan dugaan transaksi lain yang diduga diterima oleh Eni Saragih dari Samin Tan. KPK menduga Eni menerima gratifikasi dari Samin terkait dengan pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengesahan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp 5 miliar.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: