Forgot Password Register

Senin Depan, KPK Agendakan Periksa Ignasius Jonan Terkait Kasus Ini

Senin Depan, KPK Agendakan Periksa Ignasius Jonan Terkait Kasus Ini ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Menteri ESDM Ignasius Jonan dijadwalkan jalani pemeriksaan di Gedung KPK pada Senin, 20 Mei 2019. Penjadwalan itu merupakan pemanggilan ulang terhadap Jonan yang seharusnya menjalani pemeriksaan hari ini.

"KPK kembali memanggil saksi untuk penjadwalan ulang pemeriksaan pada hari Senin, 20 Mei 2019," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Menteri ESDM Batal Diperiksa KPK Besok

Febri menambahkan, Jonan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik hari ini karena sedang menjalankan tugas di luar negeri. "Kementerian ESDM mengirimkan surat pemberitahuan, saksi tidak bisa memenuhi panggilan Penyidik karena ada perjalanan dinas ke Eropa, Jepang dan Amerika Serikat," jelasnya.

Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Jonan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir, mantan Dirut PT PLN, dan Samin Tan, pemilik perusahaan Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM).

"Kami harap saksi memenuhi panggilan penyidik dan dapat memberikan keterangan terkait dua perkara dengan tersangka SFB dan SMT," tambah Febri.

Baca juga: Menteri Jonan Ancam Tak Layani Perusahaan Tambang, Jika...

Diketahui, Sofyan Basir dan Samin Tan merupakan tersangka pada dia perkara berbeda. Sofyan menjadi tersangka dalam kasus suap pembahasan kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Ia duga menerima suap bersama mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham dari pengusaha Johannes B Kotjo.

Dari kasus tersebut, KPK kemudian menemukan dugaan transaksi lain yang diduga diterima oleh Eni Saragih dari Samin Tan. KPK menduga Eni menerima gratifikasi dari Samin terkait dengan pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengesahan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More