Pantau Flash
Polisi Tetapkan 9 Tersangka Tambahan di Kasus Kerusuhan 21-22 Mei
Semester I-2019, Lapangan Migas Pertamina Lampaui Target Produksi
Marcus/Kevin Susul Hendra/Ahsan ke Semifinal Indonesia Open 2019
Wiranto Sebut Rekam Jejak FPI Sedang Ditelusuri Terkait Perpanjangan Izin
KPK Sita Aset Bupati Nonaktif Kukar Rita Widyasari Senilai Rp70 Miliar

Jadi Tersangka Suap, Ternyata Idrus Marham Belum Terima Uangnya

Headline
Jadi Tersangka Suap, Ternyata Idrus Marham Belum Terima Uangnya Idrus Marham (Foto: Antara/ Aprillio Akbar)

Pantau.com - KPK menyebutkan Idrus Marham belum menerima uang 1.5 juta dolar AS yang dijanjikan pemilik saham perusahaan Blackgold Natural Recourses (BNR) Johannes Budisutrisno Kotjo.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan Idrus diduga baru dijanjikan oleh Johannes jika berhasil mendorong proses kerja sama proyek pembangunan PLTU di Riau-1 dengan BNR.

Baca juga: KPK Resmi Tetapkan Idrus Marham Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1

"Yang kita tahu uang 1.5 (juta dolar AS) itu menurut pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik adalah janji yang akan diberikan kalau nanti JBK dan kawan-kawannya sudah menerima proyek tersebut. Jadi ini dalam bentuk janji," jelas Basaria.

Namun Basaria tidak memastikan apakah 1.5 juta dolar AS itu telah total keseluruhan imbalan yang dijanjikan kepada Idrus. Namun yang pasti, Idrus diduga dijanjikan akan menerima bagian yang sama besar dengan Wakil Ketua Komisi VII Eni Saragih.

Sementara itu, Eni telah menerima uang suap dari Johannes sejak November 2017 hingga Juni 2018. Basaria menyebut Idrus mengetahui dan ikut andil dalam pemberian uang suap tersebut. Namun KPK tidak menyebutkan kapan waktu pemberian janji uang imbalan kepada Idrus.

Baca juga: Idrus Marham Beberkan Status Tersangka Dirinya, Ini Kata KPK

Seperti diketahui Idrus Marham menjabat sebagai Menteri Sosial kabinet kerja sejak dilantik pada 17 Januari 2018.

"Kita tidak persoalkan apakah posisi IM (saat menerima janji suap) apakah sebagai ketua atau menteri atau sebagai sekjen didalam jabatannya. Tapi dalam hal ini yang bersangkutan turut membantu," jelasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: