Forgot Password Register

Kunjungi Anak Pelaku Teror, Kak Seto: Sudah Banyak Perubahan

Kunjungi Anak Pelaku Teror, Kak Seto: Sudah Banyak Perubahan Seto Mulyadi (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengunjungi tujuh anak pelaku ledakan di Surabaya dan Sidoarjo. 

Kak Seto mengunjungi tiga ruangan di RS Bhayangkara yang masing-masing diisi oleh tiga anak Anton bomber di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, satu anak Tri Mulyono pelaku bom Polrestabes Surabaya, dan tiga anak yang baru diamankan saat penindakan teroris di Jalan Sikatan, Wetan Kulon.

Kak Seto mengungkapkan, kondisi psikis tujuh anak itu cenderung membaik karena telah mendapat penanganan khusus dari tim psikolog. 

"Cukup banyak perubahan. Yang semula diam sama sekali, sekarang sudah mulai bicara, buka mulut. Tapi berapa persentase kemajuan itu berbeda tiap anak. Tergantung kejiwaan dan treatment yang telah dilakukan," kata Kak Seto di RS Bhayangkara, Rabu (16/5/2018). 

Baca juga: KPAI Curiga Homeschooling Jadi Modus Baru Penyebaran Radikalisme

Meski begitu, tak bisa dipungkiri ketujuh anak tersebut masih mengalami gangguan psikologis yang cukup berat. Menurut Kak Seto, mereka masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi termasuk soal kondisi orang tua mereka yang tewas sebagai teroris. 

"Beberapa bahkan ada yang bertanya 'oh boleh bermain?' Mungkin itu karena pengaruh tekanan yang sangat fatal sehingga mereka tidak menyadari hak bermain, haknya sebagai anak-anak untuk bergaul dengan teman-teman," katanya.

Kondisi seperti itu cukup dipahami oleh Kak Seto. Saat mengunjungi mereka, Kak Seto meminta anak-anak itu bercerita terkait peristiwa ledakan yang mereka alami. 

"Yah tentu saja itu bisa dipahami. Kita yang mendengar ceritanya saja sudah terguncang apa lagi mengalami sendiri peristiwanya," ucap Kak Seto. 

Baca juga: Pesan Menteri Agama untuk Wanita Bercadar Pasca Aksi Teror

Karenanya ia mengingatkan kepada tim psikolog untuk terus memberikan pendampingan dan pemulihan jiwa terhadap ketujuh anak tersebut. Jangan sampai mereka mendapat tekanan, stres dan sebisa mungkin dihindarkan dari kunjungan banyak orang sehingga tidak terus diberikan pertanyaan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More