Forgot Password Register

Headlines

LeBron James-Stephen Curry: Juara NBA 2018 Bakal Tolak Undangan Donald Trump ke Gedung Putih

LeBron James-Stephen Curry: Juara NBA 2018 Bakal Tolak Undangan Donald Trump ke Gedung Putih LeBron James (putih) dan Stephen Curry. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Bintang Cleveland LeBron James dan Golden State Stephen Curry mengatakan, juara NBA 2018 tidak akan mengunjungi Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Keduanya berbicara sehari setelah Trump menarik undangan yang telah diberikan kepada juara NFL Philadelphia Eagles untuk mengunjungi Gedung Putih. Hal itu dilakukan Trump lantaran hanya kurang dari 10 pemain yang bersedia untuk mengunjunginya 

"Itu tipikal dia. Aku tidak terkejut. Khas dia," kata James seperti dinukil dari AFP, Rabu (6/6/2018).

"Aku tahu tidak peduli siapa yang memenangkan seri ini, tidak ada yang mau menerima undangannya (Donald Trump). Cleveland atau Golden State."

Baca juga: Menanti Sikap Donald Trump Terkait Dugaan Keterlibatan Rusia Dalam Pilpres AS 2016

Senada dengan James, Curry pun menyatakan ketidaktertarikannya untuk bertemu Trump di Gedung Putih. Ia meyakini, kompatriotnya Kevin Durant juga mempunyai pandangan yang sama.

"Saya setuju dengan Bron (James) dan rekan setim saya Kevin Durant setuju. Saya yakin siapa pun yang memenangkan seri ini tidak akan pergi," katanya.

September lalu, Trump mencabut undangan ke Golden State Warriors setelah mengalahkan Cleveland di partai puncak NBA 2017. Sebelumnya Curry menyatakan, tidak mau hadir karena dia keberatan dengan kebijakan administrasi Trump.

"Kau harus melakukan apa yang terbaik (Trump) bagi kolegamu," kata Curry.

Baca juga: Sentilan AS: China Harus Jujur Soal Tragedi Tiananmen 1989

"Sangat disayangkan, tetapi kita semua harus melakukan apa yang harus kita lakukan."

The Warriors, yang memimpin Cleveland 2-0 dalam seri best-of-seven memasuki game tiga. Kemungkinan besar, Curry dan kawan-kawan akan kembali menjadi yang terbaik di kompetisi bola basket paling tersohor di palnet ini. 

"Cara kami menangani hal-hal tahun lalu, kami akan tetap konsisten dengan itu. Setiap tim memiliki hak untuk berbicara sendiri dalam situasi itu dan saya pikir itu besar," tutup Curry.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More