Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Maksimalkan Pemenuhan Kebutuhan Pangan, Peternak dan Akademisi Dirikan SPRI

Maksimalkan Pemenuhan Kebutuhan Pangan, Peternak dan Akademisi Dirikan SPRI Pendirian SPRI (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Gabungan dari beberapa peternak lokal serta akademisi mendirikan Serikat Peternakan Rakyat Indonesia (SPRI). Nantinya SPRI diharapkan mampu memaksimalkan potensi lokal terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional khususnya daging.

Ketua Umum SPRI Prof Muladno mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, pendirian SPRI bertujuan untuk mempertahankan kebersamaan peternak-peternak kecil yang telah terdidik melalui sekolah peternakan rakyat.

Baca juga: Produk Kopi Tanah Air yang Satu Ini Go International, Enggak Kalah Sama Starbuck

"Kita tidak peduli dengan macam-macam kebijakan tapi yang pasti kita mempersiapkan diri untuk menjadi profesional. Tunjukkan kepada pemerintah bahwa kami profesional, kami bisa membantu pemerintah untuk membangun masyarakat," ujar Prof Muladno di sela-sela Deklarasi SPRI di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Muladno menambahkan, kebutuhan pangan nasional khususnya daging bisa dipenuhi oleh peternak kecil tetapi harus melalui mekanisme yang dijalankan secara baik dan sistematis.

"Harus terkonsolidasi dulu. Semua harus jadi perusahaan-perusahaan kecil yang kolektif baru itu akurat. Ini Infrabank sudah membantu kami. Mudah-mudahan dalam tempo 10 tahun ke depan 500 sampai 600 sekolah peternak rakyat terbentuk dengan kualitas yang teruji," jelasnya.

Sementara itu soal kebijakan impor pangan oleh pemerintah, kata Muladno, sejauh ini masih perlu dibutuhkan. "Kalau sekarang menurut saya masih butuh. Kalau orang bilang stop impor berarti orang itu tidak ngerti. Tapi saya juga tidak mendukung impor tetapi selama masih butuh ya harus diimpor," katanya.

Baca juga: Mau Tahu Cara Beli Rumah Harga Miring? Cek di Sini!

Muladno melanjutkan, kebijakan impor pangan seringkali menuai polemik di masyarakat dikarenakan tidak adanya data maupun variabel yang valid soal kebutuhan pangan nasional serta ketersediaan pangan yang mampu diproduksi oleh peternak lokal.

"Selama ini kan datanya dipertanyakan makanya pengambilan keputusan sering keliru karena datanya enggak akurat. Melalui SPRI, kalau semua memberikan data yang shahih karena mereka sendiri yang mengeluarkan, mereka enggak bisa nipu dan main-main. Nah itu yang membantu pemerintah dengan data yang akurat itu supaya kalu impor ya impornya harus dicek dahulu perlu impor apa tidak, kalau misalnya masih perlu ya silakan impor," paparnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Ekonomi