
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan rata-rata harga telur ayam ras di beberapa kabupaten/kota pada minggu ketiga November 2025, meskipun ada kenaikan harga di beberapa daerah tertentu.
Penurunan Rata-rata Harga Telur Ayam Ras
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, harga rata-rata telur ayam ras pada minggu ketiga November 2025 tercatat Rp31.667 per kilogram, sedikit naik dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar Rp31.546 per kilogram. Meskipun ada kenaikan harga, tren secara keseluruhan menunjukkan penurunan.
Kenaikan Harga Telur di Beberapa Wilayah
Harga telur ayam ras mengalami kenaikan di 151 kabupaten/kota, lebih sedikit dibandingkan dengan 157 kabupaten/kota pada minggu sebelumnya. Beberapa kabupaten yang mengalami kenaikan signifikan termasuk Kabupaten Tambrauw (Rp48.000 per kilogram), Kabupaten Melawi (Rp33.600 per kilogram), dan Kabupaten Ende (Rp48.000 per kilogram).
Harga Acuan Penjualan (HAP)
Harga acuan penjualan telur di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram. Namun, harga di beberapa daerah, terutama yang terpencil, jauh lebih tinggi karena faktor logistik.
Harga Telur Tinggi di Papua
Di beberapa daerah di Papua, harga telur ayam ras dapat mencapai Rp100.000 per kilogram, seperti yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kabupaten Intan Jaya. Kenaikan harga ini disebabkan oleh biaya transportasi yang tinggi.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Telur
Amalia menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ayam ras dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, terutama di daerah-daerah dengan banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kenaikan ini terjadi selama periode program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana telur ayam menjadi salah satu menu utama sejak Juli 2025.
Pasokan Telur Masih Memadai
Amalia juga mencatat bahwa meskipun ada permintaan tinggi, pasokan telur masih dapat memenuhi kebutuhan, memberikan peluang bagi peternak ayam ras untuk mengembangkan bisnis mereka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







