Pantau Flash
KPK Panggil Sekjen DPR RI Jadi Saksi Kasus Impor Bawang Putih
LAPAN Bangun Bandar Antariksa di Biak Tahun 2020 Mendatang
25 Kelurahan di DKI Jakarta Masuk Kategori Rawan Banjir
Aceh Juga Diguncang Gempa Magnitudo 5,1
Gempa M 5,9 Kembali Guncang Maluku Utara

Malindo Air Angkat Bicara Soal Dugaan Pembobolan Data Penumpang

Headline
Malindo Air Angkat Bicara Soal Dugaan Pembobolan Data Penumpang Pesawat Malindo Air (Foto: Instagram/Malindo Air)

Pantau.com - Kabar tak baik kali ini datang lagi dari maskapai penerbangan tanah air Lion Air. Tapi bukan tragedi kecelakaan pesawat, warga Indonesaia kembali dikejutkan dengan informasi pencurian data penumpang.

Data penumpang Malindo Air (kode penerbangan OD), maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group ini diduga dibobol. Pihak maskapai menyadari beberapa data pribadi penumpang yang disimpan di lingkungan berbasis cloud, kemungkinan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut," kata PR & Communications Department, Malindo Air Andrea Liong dalam siaran pers via surat elektronik yang diterima di Labuan Bajo, NTT, Kamis (19/9/2019).

Dalam hal ini rupanya Malindo Air bekerja sama dengan konsultan cybercrime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan.

Baca juga: Penjualan Robot Industri di Tahun 2018 Catat Rekor, China Masih Pertama

Pihaknya sudah mengambil dan melakukan sejumlah langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010).

Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server. Malindo Air mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI- Data Security Standard/ DSS).

Malindo Air mengklaim bahwa pihaknya menjalankan bisnis dan operasional sesuai aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

Perusahaan mengimbau kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online.

Perlu kalian tahu, Malindo Air adalah maskapai Malaysia yang terhubung langsung di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan KL Subang Skypark di Selangor, Malaysia. Maskapai ini mulai terbang pada Maret 2013 dengan penerbangan domestik. Ekspansi rute telah berkembang ke semua bandara utama di Malaysia serta melintasi benua Asia dan Australia.

Baca juga: Industri Asuransi Nobatkan 'Tesla Model 3' Jadi Mobil Paling Aman

Perusahaan mengoperasikan 13 ATR 72-600 dan 29 Boeing 737 generasi modern, lebih dari 1.400 penerbangan setiap minggu di seluruh 55 rute yang terus berkembang.

Maskapai bekerja sama (code share) Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining ke Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air.

Sepanjang operasional, Malindo Air antara lain telah memenangkan Airline Passenger Experience Association (APEX) 2019 dan The Exquisite Pic Award oleh Best International Flight Ad of The Exquisite Pic Award by Thomas Edison Advertisement (TEA) Awards.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: