Pantau Flash
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo
IMF: Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah
Nol Prestasi, AC Milan Tekor Banyak Musim Ini
Panglima TNI: Pengamanan Pelantikan Presiden Dimulai Hari Ini

Melawat ke Teheran, PM Shinzo Abe Diminta Jadi Penengah AS-Iran

Melawat ke Teheran, PM Shinzo Abe Diminta Jadi Penengah AS-Iran Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: Reuters/Athit Perawongmetha)

Pantau.com - Iran meminta Jepang untuk menjadi penengah antara Teheran dan Washington untuk meringankan sanksi minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, kata pejabat Iran kepada Reuters menjelaskan kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Abe, yang merupakan pemimpin Jepang pertama yang mengunjungi Iran sejak Revolusi Islam 1979, tiba di Teheran di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, yang menimbulkan kekhawatiran dalam konflik militer dalam krisis di Timur Tengah.

Baca juga: Iran Nyatakan Uni Eropa Gagal Selamatkan Perjanjian Nuklir 2015

"Jepang dapat membantu meredakan ketegangan yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika, sebagai isyarat baik, Amerika diminta mengangkat sanksi minyak atau menangguhkan sanksi itu," kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.

Melansir Reuters, Rabu (12/6/2019), pejabat senior lainnya menyebutkan bahwa kehadiran Shinzo Abe dapat menjadi mediator besar untuk memfasilitasi hal tersebut.

Pada kunjungannya ke Jepang pada bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut bantuan Abe dalam hubungannya dengan Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, setahun setelah Amerika Serikat angkat kaki dari Perjanjian Nuklir 2015 antara Iran dan kekuata dunia dalam upaya mengekang program nuklir Teheran dalam pertukaran dengan pencabutan sanksi.

Baca juga: Capai Kesepakatan dengan AS? Ini Jawaban Iran

Pada Mei, Washington memperketat sanksi terhadap Iran, dan menyerukan semua negara dan perusahaan untuk menghentikan impor minyak Iran atau jika tidak, akan dibuanhg dari sistem keuangan global.

Hal itu juga menyebabkan AS mengirim pasukan ekstra ke regional Iran guna melawan apa yang digambarkan Washington sebagai ancaman Iran.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: