Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Rencanakan Koalisi Multinasional untuk Mengawal Kapal di Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Rencanakan Koalisi Multinasional untuk Mengawal Kapal di Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran
Foto: (Sumber : Gedung Putih berencana mengumumkan sebuah koalisi multinasional untuk mengawal kapal melintasi Selat Hormuz, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (15/3), mengutip pejabat Amerika Serikat (AS). ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Gedung Putih dilaporkan berencana mengumumkan pembentukan koalisi multinasional untuk mengawal kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Informasi tersebut dilaporkan oleh surat kabar The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Rencana pembentukan koalisi tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh pemerintah Amerika Serikat bersama sejumlah negara mitra.

Pengumuman mengenai rencana tersebut kemungkinan akan disampaikan paling cepat pada pekan ini.

Sejumlah pemerintah di berbagai negara secara terbuka masih bersikap tidak berkomitmen terhadap misi pengawalan kapal tersebut.

Sikap tersebut muncul karena adanya risiko yang tinggi selama konflik di kawasan tersebut masih berlangsung.

Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada 12 Maret menyerukan agar Selat Hormuz tetap ditutup.

Ia juga menyatakan akan membuka front baru dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia.

Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Konflik Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya memulai serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut menyebabkan gangguan terhadap jalur pelayaran global.

Dampak konflik tersebut juga menyebabkan harga minyak dunia meningkat.

Kondisi tersebut turut mengguncang perekonomian global.

Penulis :
Aditya Yohan