Forgot Password Register

Menakar Kans Tim Thomas dan Uber Indonesia, Ini Kata Sekjen PBSI

Konfrensi Pers tim Thomas dan Uber Cup 2018. (Foto: Pantau.com/ Willa Wildayanti) Konfrensi Pers tim Thomas dan Uber Cup 2018. (Foto: Pantau.com/ Willa Wildayanti)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, optimistis tim Thomas dan Uber Indonesia bakal memberikan yang terbaik. Menurutnya, tiap sektor sudah mengetahui calon kekuatan lawan masing-masing.

Ya, apabila menakar kans Indonesia di Thomas dan Uber, bisa dikatakan tidak begitu mudah mengingat baik tim Thomas maupun tim Uber Indonesia akan menghadapi lawan yang bukan semenjana. Diketahui, tim Thomas tergabung bersama Korea Selatan, Kanada, dan tuan rumah Thailand.

Baca Juga: PBSI Berharap Ramadan Bawa Berkah untuk Tim Thomas dan Uber Indonesia

"Thomas dengan Kanada rasanya bisa. Thailand sedikit berjuang karena mereka tuan rumah sehingga akan mati-matian. Kemudian penentuan berebut juara grup adalah dengan Korea Selatan jadi praktis persaingan di Thomas kita bisa lihat peta cukup merata dengan kami. Di luar Indonesia yang harus diperhatikan pasti China, kemudian Jepang, kalau Korea Selatan dengan pemain mudanya,juga harus berjuang keras" ujar Budi.

Sementara, tim Uber tergabung dengan Prancis, Malaysia dan China. Karena itu, Greysia Polii dan kawan-kawan harus mampu tampil menawan di laga awal.

"Mereka harus berjuang dari awal, dengan Prancis juga harus hati-hati. Dengan Malaysia akan menentukan apakah langkah berikutnya mudah atau terjal. Dan terakhir berhadapan dengan China, semoga bisa terlewati dan menang seperti pengalaman di Alor Setar dalam Kejuaraan Asia lalu yang membuat tim putri lebih percaya diri kini," tambahnya.

Tim Indonesia yang akan berlatih dan bertanding di Thailand saat tengah bulan ramadan, Budi mengatakan kondisi tim saat ini sudah baik, siap bertarung dan sudah siap beradaptasi di Bangkok. Nantinya pihaknya menyerahkan keputusan untuk ibadah puasa bagi mereka yang muslim, pada masing-masing individu dalam tim.

"Keputusan puasa atau tidak diserahkan kepada masing-masing setelah berkonsultasi dengan pelatih karena mereka sendiri yang paling tahu kondisi tubuhnya, yang jelas seluruh tim sudah siap," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More