Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Mengenal Metode Bedah Bariatrik, Cara Efektif Atasi Obesitas

Mengenal Metode Bedah Bariatrik, Cara Efektif Atasi Obesitas Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kini orang dengan obesitas makin banyak ditemukan di Indonesia, bukan hanya pada orang dewasa bahkan anak kecil sekalipun memiliki risikiko yang sama. Hal itu tentu saja akan mengganggu tumbuh kembangnya di masa mendatang.

Baca juga: Heboh Wanita Obesitas di Kalimantan, Pakar Beberkan Penyebab Secara Medis

Tapi uniknya masalah obesitas bukan sekedar soal banyak makan, namun adanya masalah pada nafsu makan yang tak terkendali, bahkan kemungkinan kelainan genetik yang membutuhkan penanganan medis, salah satunya bedah bariatrik.

"Tindakan ini dapat dilakukan apabila pasien sudah dikategorikan sebagai obesitas morbid, bedah bariatrik dan memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh) yang tinggi," ujar Dr.dr.Peter Ian Limas, So. B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif RS Pondok Indah di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, (14/3/2019).

Untuk melihat golongan IMT untuk kategori obesitas, ini dapat dilihat jika melakukan pengecekan massa tubuh di rumah sakit. Setidaknya ada empat kategori obesitas IMT 23 hingga 24,9, obesitas tingkat I IMT sebesar 25 hingga 29,9, obesitas tingkat II IMT antara 30 hingga 37,4, dan obesitas morbid IMT 37,5 atau lebih.

Bedah bariatrik ini terbagi dalam tiga jenis yakni sleeve gastrectomy, dimana dilakukan pemotongan lambung sebesar 85 persen. Bypass lambung, proses penyatuan bagian atas lambung dan usus kecil sehingga makanan tidak melewati lambung yang kalori tidak banyak terserap tubuh. Ikat lambung, lambung dipasang karet sehingga dapat menentukan berapa banyak makanan yang ingin dikonsumsi.

Bagi pasien obesitas terparah atau morbid yang membutuhkan penurunan badan secara ekstrem, metode bedah ini memanfaatkan laparoscopy atau sejenis alat yang mengontrol agar tubuh pasien tidak kaget, meminimalisir nyeri dan komplikasi, sehingga asupan makanannya menetap dan konsisten.

Efek dari operasi ini rata-rata penurunan angka berat badan mencapai 70 persen dari berat badan sebelumnya.

Baca juga: Anak Tak Suka Konsumsi Sayur dan Buah? Jangan Dibiarkan Bisa Obesitas!

Sebelum melakukan operasi pasien akan menjalani beraneka prosedur seperti pemeriksaan gula darah, jantung hingga USG untuk melihat kondisi lambung. Selanjutnya sepuluh hari sebelum operasi pasien juga akan diminta diet rendah kalori untuk menetralisir hati.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: