Pantau Flash
Tundukkan Sesama Wakil Jepang, Yuki/Sayaka Rebut Juara Indonesia Open 2019
Vatikan Bongkar Makam untuk Cari Gadis Hilang 36 Tahun Silam di Roma
Cabor Bulu Tangkis Sukses Kawinkan Emas di Asean School Games 2019
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019

Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Tunggal Putri Targetkan Juara Turnamen

Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Tunggal Putri Targetkan Juara Turnamen Rionny Mainaky. (Foto: PBSI)

Pantau.com - Tunggal putri Indonesia ditargetkan untuk bisa meraih juara pada turnamen BWF World Tour Super 300 dan Super 500 agar dapat meloloskan dua wakil dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Hal itu karena babak kualifikasi akan segera dimulai tepat di New Zealand Open 2019 pada 30 April-5 Mei 2019.

Pelatih kepala tunggal putri nasional Indonesia, Rionny Mainaky, mengatakan bahwa demi lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pihaknya berharap anak asuhnya bisa lolos terlebih dahulu pada babak utama turnamen Super 300 dan Super 500.

"Yang penting itu dulu karena entry sudah kami persiapkan. Target kami semaksimal mungkin bagi tunggal putri saat mengikuti turnamen, yakni menembus delapan besar, semifinal, dan final," ujar Rionny Mainaky saat ditemui di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Baca juga: Tak Jadikan Beban, Rionny Mainaky Yakin Bisa Angkat Tunggal Putri

"Sebisa mungkin, mereka harus juara. Kalau bisa bertahan pada semifinal dari setiap turnamen, membuat meraka mendapat pengalaman. Yang penting dapat poin saat kejuaraan, entry, dan lolos. Kalau bermain, tidak ada hasil itu yang susah," tambahnya.

Menurut Rionny, turnamen yang berpeluang untuk mendongkrak peringkat anak asuhnya adalah turnamen level Super 300 dan Super 500. Ketika para pemain tunggal putri mampu berbicara di level tersebut, ia baru akan mulai bisa berbicara mengenai Olimpiade.

"Berbicara Olimpiade, kalau kita berbicara di bawah susah. Juara turnamen Super 300 gunanya untuk mengumpulkan poin. Tetapi, kalau bicara Olimpiade harus bisa juara minimal pada turnamen superseries.  Paling tidak, juara super 300 harus juara. Namun, untuk mencapai target tersebut bagaimana anak-anak kuat mempersiapkan diri. Menu latihannya tidak ringan. Bukan dari menu saya saja, tetapi juga fisik dan weight training. Saya sudah tahu apa yang diperlukan," jelas Rionny.

Baca juga: Rionny Akui Miliki Tugas Berat Perbaiki Sektor Tunggal Putri

Rionny mengaku bahwa ia belum menyusun target turnamen apa saja yang perlu dikejar Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan untuk meraih gelar juara. Memiliki tiga tunggal putri yang masuk pemain utama, di antanya Fitriani (30), Gregoria Mariska Tunjung (15), dan Ruselli Hartawan (41), yang sudah memiliki peringkat bagus dan harus dilakukan peningkatan lagi. Tetapi untuk bisa meraih target tersebut, latihan berat diperlukan untuk mereka.

"Nanti saya buat target kejuaraan apa saja yang akan diikuti sehingga baru bisa saya kalkulasi. Umumnya, jika ingin mencapai gelar juara harus menjalani latihan berat karena kami menargetkan gelar juara. Saat bertemu lawan biasa harus menang, lawan seimbang harus menang, Kalau lawan levelnya di atas, usahakan juara sehingga target bisa terwujud. Misalnya, saat menang lawan (Pusarla Venkata) Sindhu bisa menjadi modal, tinggal bagaimana mainnya,” ungkapnya.

Rionny mengatakan Fitriani menjadi tunggal putri di pelatnas yang memiliki VO2 Max paling tinggi. VO2 Max adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 Max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam milliliter/menit/kg berat badan.

"Namun, daya tahan Firiani kurang sehingga harus dibenahi agar target di lapangan lebih leluasa dan berani. Gregoria kurang di beban, otot besar dan otot kecil untuk ketahanan, kecepatan, dan kesabaran. Kalau otot, fisiknya, sudah siap, mungkin dalam dua bulan mereka sudah bisa menunjukkan hasil karena mereka sudah punya modal, tinggal fight-nya saja," tuntasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: